Sinopsis Thirty But Seventeen ( STILL 17) Episode 20 Bagian 2


Sinopsis Thirty But Seventeen ( STILL 17) Episode 20 Bagian 2

Penulis Sinopsis : Dewi Chan

Seori dan Chan saling berbagi ceritanya masing-masing. Chan terus memuuji atas keberhasilan Seori 
yang akan tampil dalam acara festival. Begitupun dengan Seori yang menanyakan tentang latihan mendayungnya. “Bagaimana dengan latihanmu?” tanya Seori “tim Profesioanal terbaik dari negara ku mengajak untuk bergabung”. Ujar Chan, mendengarnya Seori sangat terkesan karena Chan sendiri masih duduk di bangku SMA. Chan menceritkan bahwa dia baru saja menyelamatkan nyawa anak kecil yang tenggelam. Seori sangat terkejut apa yang diceritakan Chan tentang mneyelamatkan seorang anak kecil.

“Aku bukan bercerita untuk terlihat keren, ayo berlatih dengan keras. Aku akan menjadi juara begitupun dengan bibi yang akan tampil sangat luar biasa”. Kata Chan

Seori sangat minder karena dia tidak pernah lagi bermain violin “Ayoalh, jangan lemah bibi hanya memerlukan satu moto untuk momen semcam ini ‘Don’t Think ! Feel!” ujar chan penuh semangat ke Seori. Soeri langsung menunjukan telapak tangannya yang banyak bekas memarnya “Ada lagi yang ingin ku sombongkan, kamu litah ini? Tanganku tak akan lama lagi kapalan”. Celotehnya Chan. “ ya, aku bisa melihatnya, keren. Sykurlah kau tidak perlu iri dengan tanganku”.

Sementara itu Woo Jin baru saja sampai di rumah, saat Ahjumma sedang membereskan meja makan “Chan sudah pulang?” tanya Woo Jin. “ ya, dia barusaja naik setelah memakan semua makan bagaikan buldoser. Ku kira dia pingsan dan aku mulai curiga apa ku keliaru” jawab Ahjumma. “Itulah Chan” jawab Woo Jin yang singkat.

Kemudian Woo Jin melanjutkan pergi mengengok Chan di kamarnya, ternyata pada saat itu dia sedang olahraga “Lemaskan bahumu dan beristirahatlah” Pesan Woo Jin. “Lemaskan ? Apa itu? Apakah sejenis makanan? Sahut Chan dengan guyonannya. Woo Jin menyadari bahwa dia tiak akan bisa menasihatinya. Walaupun terlihat sangat canggunh, Woo Jin tetap berusha untuk terus menyemangatinya “ Don’t Think! Feel! Seperti masa lalunya dima mana momen Seori yang berjalan dengan snagat ceria sambil bersenandung tanpa peduli dengan kondisi di sekitarnya.

Saat itu bola terlempar mengenai kepala Seori, tapi masih saja bisa melanjutkan langkahnya tnapa ada ekspresi rasa sakit sedikitpun. Pada saat itu juga Woo Jin melihat dan menghampirinya dengan kekhawatirannya “Apakah kepalamu baik-baik saja? bola itu cukup kencang membentermu” Kata Woo Jin. Dengan santainya Seori menjawab “Kepalaku keras, jadi aku baik-baik saja.” “Orang yang terbentur bola biasanya tak tersenyum seperti itu. Kamu seharusnya berjalan sambil melihat ke jalan buka ke langit” ucapnya dengan penuh kesal dan kekhawatirannya.

Seori seolah melihat musik yang akan sedang dibawakannya. Namun, Woo Jin tak percaya jika musik itu bisa diliat bukan di dengar dan penasaran bagaimana bisa seprti itu. “Jika memikirakan musik, aku mulai melihat nada-nada. Ah..lupakasn saja jarang ada yang mengerti saar aku menceritkan ini”. Waktu latihan tinggal sebentar lagi, maka Seoripamit pergi. Padahal saat itu Soeri telah menunjukan sikap yang sama saat masih remaja, namun Woojin tak menyadarinya akan hal tersebut.

Selanjutnya Pak Shim dan pimpinan menjelaskan keputusan Seori yang setuju untuk tampil di festival. Keputusan yang di buat Seori membuat Rin gelisah. “Sebenarnya aku senang dengan tujuan ini, tapi mana mungkin amatiran tampil bersama yang profesional?” namun, Seori mengatakan hal yang sbealiknya “ini festival, kita melakukan ini demi kseuksesan festival, mari bekerjasa dan melakukan yagn terbaik”.

Pada saat itu juag Profesor Shim memperkenalkan Seori ke semua tim okestra. Rin masih saja menatapnya pilu, sambil mengingat kejadian persisi di masa lalunya. Hari demi hari Seori semakin serius untuk berlatih dan masih bisa datang membantu pekerjaan kantor. Sementara itu Chan juga smekin bersemnagat dalam berlatih dayung bersama timnya. Ibu dari anak yang diselamatkan Chan (Bibi Seori) menelpon Chan, tapi saat itu Chan sedang mencuci muka maka ia menyruh Seori untuk mengangkat telponnya. 

Mereka sampat berciara sebentar, tapi keduany tidak menyadari satu sama lain. Kemudian Chan mengambbil telponny dan melanjutkan mengobrol dengannya. “Terimakasih Chan telah menyalamtkan putraku” ucap Bibi itu. “Anda tidak perlu berterimakasih, sampaikanlah salamku untuk anak Anda” balas Chan. Telpon di tutup bibi berbicara dengan putranya yang telah tertidur, jika mereka harus pergi ke Seoul untuk berterimakasih langsung pada Chan.

Sementara itu di dalam ruangana terlihat sedang berlangsungnya rapat internal tim Hee Su yang masih  belum saja menemukan konsep yang tepat untuk desain panggung. Hee Su menanyakan pada Woo Jin yang telah membaca materi darinya. Woo Jin bingung dengan apa yang disampaikan Hee Su “ Meteri apa?” ternyata Hyun lupa menyalin materi yang telah di rengkan Seori. Tapi karena males kena marah Hyun diam-diam Woo Jin untuk bertingakah seolah telah menerima materinya.

Dalam rapat bersama tim festival Hee Su mau menunjukan rancangan kasarnya, tapi Woo Jin merlarangnya dan malah meminta waktu tambahan.

“ Mengapa? Panggung klasikan tak perlu yang spesial hanya mnegikuri orang-orang saja.”

 “kami tak mau sperti itu, tolonglah beri waktu beberapa hari lagi”

“baiklah aku akan menunggu, dalam penataan panggung yang temasuk seni, buatlah desain yang lebih baik. Akan ku tunggu”

“Konser klasik ini tak boleh gagal. Orang-orang akan bela-belain untuk memperleh tiketnya.”
“apa maksudmu?”

“Nanti kalian juga tahu. Baiklah cukup sampai disini, kita lanjut lainkali.”

Unch Episode thirty But Seventeen di bagian 2 ini banyak momen yang bikin bapernya, tapi sayang Woo Jin masih belum saja ingat tingkah laku yang di tunjukan Seori saat masih remaja. Nah, bagi kalian yang mau tau updat terbarunya di episode berikutnya mengenai Sinopsis Thirty But Seventeen bisa klik disini atau mengunjungi kembali web ini. Ok, Gomawo sudah mampir ya.

Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Sinopsis Thirty But Seventeen ( STILL 17) Episode 20 Bagian 2"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel