Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 21 Bagian 3

Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 21 Bagian 3


Penulis Sinopsis : Dewi Chan

Ketika Woo Jin dan Seori berjalan pulang ke rumah tiba-tiba hujan turun begitu deras sehingga tikar yang di belinya digunakan untuk payung.  Dilanjutkan berteduh di taman bermain, saat Seori berlindung dalam lorong perosotan. Seori berkata “Kita tak akan pernah atahu apa yang terjadi”. “Kenapa tiba-tiba berbicara spserti itu?” tanya Woo Jin

Seori pun bercerita tentang masa lalunya saat pertama kali datang ke rumahnya yang ia kira pamannya masih tinggal di sana. Terus ia berlidung dari hujan seorang diri, ia merasa sangat ketakutan pada saat itu. Dia tidak percaya kalau saat ini sedang duduk dengan seseorang untuk menghindari hujan bersama Woo Jin.

Seori mengecek aakah masih hujan atau tidak dengan menggunakan telapak tangannya, namun Woo Jin langsung menaruh tangannya diatas Seori “Hujan belum reda, jadi kita tunggu disini sebentar” ucapnya. Sambil menatap Seori dengan tatapan yang penuh makna menjadi teringat pada pesan dokter tadi siang “ aku rasa harus menunggu dan mendukungnya saat ini. Menyatkan cinta yang begitu cepat dan menjadi kekasihnya tidak penting. Karena aku yakin dan siap. Jadi, ku rasa harus menunggya sampai dia siap dan banyak hal yang harus dia atasi”

Pagi hari Woo Jin terbangun krena Hae Bum masuk kekamarnya untuk memakaikan masker wajah padanya. “Hei apa yang kau lakukan disini?!” nada kesalnya “Aku memakaikan masker, karena siang ini pernikahan pelatih. Terus paman juga sangat sibuk menyiapkan One Festival”. “ Bagaiman kau tahu jadwalku?”

“lihatlah kulit paman sangat kering, aku akan membantu merwatnya”
“untuk apa ia merawat kulitku?”

Bangunlah Woo Jin dari tempat tidurnya dan tersenyum mlihat tikar yang dibelinya tadi malam. Hal ini mmebuatnya teringat pada curhatan Seori tentang pamannya. Hee Su menelponnya untuk menginatkan jadwal rapat pagi ini. Namun, Woo Jin mmeintanya untuk mengundur satu jam, karena haruas mampir dulu ke suatu tempat.

Chan baru bangun terkejut melihat kedua sahabtnya yang sudah berdanadan rapi mengenakn setelan jas. Tapi Doek Su tetap saja terlihat sperti bapak-bapak sampai-sampai dijadikan bahan candaan. Deok Su sedikit kesal dengan candaannya, tapi ia tidak terlalu memasukkan kedalam hati malahan ia mengeluarkan donat yang baru saja dibelinya

 “Ayo makan sebelum Jennifer melihatnya” ajak nya.
Namun muncullah begitu saja Jennifer keluar dari ruangan cuci, maka mereka serentak langsung menyembunyikan donat. Kemudian Jennifer bertanya “Apakah jamuan resepsi pernikahan adalam prasmanan?” mereka menjawabnya dengan menggelengkan kepala.

“lantas akankah ada steak?” tanyanya lagi dan mereka menganggukan kepala lagi. “ Bgaus, aku akan memberikan daftar asupan makanan yang memadai jika itu prasmanan” jawabnya dan langsung pergi. Mereka terlihat bernafas lega serta melanjutan memakan donatnya, tapi secara tiba-tiba jennifer berbalik dan memrgokinya “Donat Strobery dengan banyak gula bubuk sangat buruk untuk atlet karena mengandung poliskarida dan membuatmu cepat lelah. Ini peringatan!” tegasya. “kita ketahuan deh, karena ada gula bubuk di wajah kita”. Keluh mereka.

Ketika berjalan menuruni tangga, tak sengaja mereka melihat Seori yang sedang mengobrol di telpon. Deok Sub terpesona dengan Soeri yang berbicara seperti orang dewasa, selain itu terlihat keren. Deok Sub hanya menggap Seori sebagai teman padahal usaianya 11 tahun lebih tua darinya. Seori tertawa karena melihat chan ada sesuatu yang menempel dimulutnya. “kamu habis makan apa? Makan saja kayak bayi” celetuknya. “Dia memanggilnya bagi” ujar Deoksu dan Hae Bum sambil tertawa terbahak-bahak, semantara Cha terlihat begitu sedoh karena di panggil seperti itu.

Setelah berganti pakaian di kamarnya, Chan ngomel menyalahkan kaos yang dipakai barusan “Semua itu karena kaos ini, Chick Junior, semua ini kareka kaos ini buka?”. Berbeda dengan Woo Jin yang sedang sibuk dengan kativitasnya. Ia mampir ke kantor polisi untuk meminta bantuan mencari paman Seori, tapi ia mendapatkan respon sama seperti Seori dulu.

Ketika berjalan pulang, ia melewati pemasang banner yang ada di samping jalan. Ia meminta informasi terkait alur pasang banner dan responnya sama dengan Seori dulu saat mencari pamannya. Kemudian Woo Jin langsung menghubungi percetakan. “Aku ingin membuat spanduk yang mencari orang hialng. Ku tidak punya fotonya, kira-kira sudah 11 tahun lalu”

Sementara itu sesi berlatih Pak Shim masih terus mengaggap Seori sebagai muridnya. Dia meminta maaf, lalu menjelaskan bahwa dia melakukan yang sama pada Rin Kim. Beberapa saat Seori bertemu dengan Rin dan menyapanya dengan sangat gembira “ aku baru tau kamu adalah Kim Tae rin yang mengikuti akompanimen pemuda tahun 2005. Ku rasa kamu tidak ingat aku. Aku sudah lama tak bisa bermain, jadi masih sedikit kaku. Akua mohon bantuannya “ Pinta Seori.

“Masalah sepeti ini bisa diatasi sendiri tanpa bantu seseorang” jawa Rin dengan ketus.
“kamu bnar. Ya aku akan berusha lebih keras lagi” Tutur Seori denga penuh semangat.
Presedir Byun datang membawkan kopin untuk semua orang. Tapi ada sikap yang psesial yang ditunjukannya pada Seori, sikap perhatiannya itu membuat Rin merasakan ada yang janggal.


Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 21 Bagian 3"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel