Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 22 Bagian 1


Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 22 Bagian 1Penulis Sinopsis : Dewi Chan

Setlaah mendatangi pernikahan pakpelatih, Chan memilih untung pulang duluan. Sehingga Du sahabatnya menelponya “ kenoa kamu pergi sendiri? Kamu mau makan Ohyang Jangyuk, kemarilah cepat rasanya sangat enak lho dan jangan lama-lam”. Rayu Du. “Kalian makan saja duluan, aku mau pulang” jawab Chan.

Tiba-tiba ada sanak kecil yang menghampirinya “Ajusshi, Anda meginjak permen karet” tergur anak kecil itu. Lantas itu membuat sontak Chat kaget “Apa? Apa katamu?”.
 “aku bilang Anda menginjak permen karet”
“Bukan, sebelum itu!”
Aajusshi?”
“Ya, aku terlihat seprti pria dewasa bukan? Aku terlihat tua, bukan? Kamu sungguh menggemaskan, terimakasih Nak!!”

Chan sengaja menunggu Soeri di halte “Dia seharusnya di sini sekaang. Pria sejati kan menunjukkan pesonanya ketika memaki setelan jas. Rasanya aku mau memakai ini setiap hari. Bahkan mungkin saat mendayung” ocehannya. Ketika Bus Seori datang, Shan bertingkah seolah tidak sengaja ada di tempat itu “Ahjumma!! Tidak aku sangka kita bertemu disini” teriaknya. 

Melihat Chan yang berbeda Seori sangat terkejut dengan penampilan Chan yang terlihat begitu dewasa. Dengan bangganya Chan mengatakan “Ya ampun, apa maksud Bibi?”. Dalam benaknya pun “pasti kami terlihat seperti pasangan. Tentu saja,  kau tidak memkai kaos yang sperti anak kecil lagi. Pasti tidak ada yang percaya usia kiat beda 11 tahun, dan berfikir kita pasangan yang serasi”

Muncullah seorang Ajumma “Nak, kamu menjatuhkan kartumua” ucapnya pada Chan “Itu bukan milikku” Jawab Chan, maka ahjumma itu menunjukan Soeri dan bertanya “ Kalu begitu, apa ini milik kakakmu?”
“Apa ? dia bukan kakakku” tegas Chan pad Ahjumma. “berarti dia bibimua?” tanya Ahjumma. Seori hanya bis atersenyum “Apsti ada yang menjatuhkan itu” ucapnya, dan berpamitan pada Chan karena harus kembali kekantor. Chan Terlihat begitu sedih, mengingat perbedaan dengan Seori. Saat Seori memikirkan kerja, dia masih memikirkan sekolah.

Di kamarnya Chan berbaring mengingat tentang curhatan Woo Jin mengenai fotonya dengan Seori “ Ada yang mengira kamu pasangan. Mungkin kami seperti pasangan karena seusia”. Chan pun berguman “ dia seperti orang dewasa, bibi pasti dewasa. Dia kan 11 tahun lebih tua”. Chan menginat mengenai ajakan yang diberika pelatih tim profesioanl, yang saat itu berkata jika ia harus berlatih dengan atlet dewasa jika ingin tumbuh cepat.

Sedangkan Seori baru samapi di kantor dengan membawa cemilany yang banyak untuk Staff “Seori kamu memang yang terbaik”. “Kamu tidka perlu datang di akhir pekan”. Malam harinya yang lain sduah pulang terlebih dahulus kecuali woo Jin. Lalu Seori menghampirinya dan bertanya “ kamu belum mau pulang?”. “aku pulang setelah minum ini” Jawab Woo Jin di lanjut bertanya “ Bukankah kamu tidak boleh terlalu kecapean?”. “Aku baik-baik saja saat ini. Aku sudah sembuh”.

Woo Jin telah mengethaui jika Soeri haru s melakuka tes kesehatan rutin dan menjaga diri. Ia sdar dan mau menjai wali ketika Soeri ke rumah sakit untuk tes. Selain itu juga Woo Jin mneyerankan untuk tes kesehatan setelah festival dan ingin seklai Soeri di perikasa ke rumah sakit. Soeri setuju dengan usulan yang diberika Woo Jin untuk menjali tes kesehatan beres festival. Kemudian Seori menceritkan jika dia saling mengenal dengan Kim saat berada di bangku SMP.

Chan penasaran dengan ceritanya “ Bagaimana kalian bisa saling kenal?” tanya Chan
“ternyata kami pernah berlatih bersama untuk mengisi konser. Ia direktur festival dan bahkan mengadakn koser tunggal. Ia juga sudah menjadi wanita yang luar biasa. Tapi, ku dapat peluang yang bagus akan melakukan tang terbaik. Aku merasa akan melakukan yang terbaik” ujar Seori dengan antusias.

Woo Jin melamun menginat obrolan dengan pemilik percetkan, ternyata ia tak bisa mmebuat banner orang hilang jika tidak ada foto, apalagi kejadiannya sudah lebih dari 11 tahunlalu.  Jika banner di buat juga tida akan berguna.

Keseokan harinya saat Seori berlatih mendadak langit mendung. Ia bergegas membereskan perlengkapan violinny dan berlar pulang. Tapi ia sempat meilihat ada seornga nenek yang duduk di bangku taman dan untuk cepat pulang. Sangat tepat sampai di rumah hujan turun dengan deras. Tapi Seori khawatir dengan Jennifer yang tidak membawa payung.

Sementara itu Jennifer baru seleseai memebreskan kediaman Hyung tae dan kebetulan Hyung Tae baru pulang dan bertemu. “Sudah lama tak bertemua. Kbar Anda baik” tanyanya dengan ramah “Ya waktu itu aku menyruh orang lain untuk menggantikan ku karea aku sakit dan tidak profesional, jadi maafkan aku” Jelas Jennifer. “Itu sebbanya Anda tak menerima gaj saat titu. Anda sebaiknya menerimanya”. “Aku tak bisa menrimnaya”

“sudah aku duga, kamu akan menolaknya. Klau begitu ini untukmu btol vitamin yang aku beli, ini dapat promo beli 1 gartis 1”
“kalau begitu aku kan menerima dengan sennag hati”

Hyung Tae ingin bertanya tentang identitas pekerja yang menggantikan Jennifer saat it, tapi ia mengurungkan niatnya untuk mennayakannya. Baru saja berjaln beberapa langkah, mendadak turun hujan yang sangat deras. Untung saja Hyung Tae dayang denga mmebawa payung untuknya. Pada wkatu ersamaan Seori dalam perjalanan menjemput Jennifer. 

Saat Seori sampai sayangnya Hyung Tae sudah berjalan menuju apartemen. "sedang apa disini? Tanya Jennifer “Syukurlah kamu membawa payung, aku khawatir kamu tak membanya” sapa Seori
“dokteryang menjadi majikanku baru saja datang dan meminjamkan payungnya”
“Sungguh orang yang baik”

Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 22 Bagian 1 "

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel