Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 22 Bagian 3


Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 22 Bagian 2

Penulis Sinopsis : Dewi Chan

Chan berlatih sangat keras bersama timnya. Kali ini mereak banyak dipuji karena kecepatan dan kekompakannya. Tapi ketika mau pulang kaki Chan mendadak terasa kaku saat mau menaiki Bis. Sahabatnya pun tahu langsung menanyakan konsisinya, Chan hanya membalasnya dengan senyuman dan mengatakan jika baik-baik saja.

Berbeda dengan Seori yang terlihat begitu fokus dalam latihannya. Ia tak bisa bermain selaras dengan musik okestra. Ketika istirahat tiba, Rin mendekati Seori untuk berbincang “ Kamu harus bersemangat, tidak boleh mengecewakan mereka yang akan datang ke festival untuk menyaksikanmu”

“apa ? siapa ang akan datang enyaksikanku?”
“Ku rasa akan banyak yang datang untuk melihat bagaiman usaha kerasmua”
“Usaha kerasku?”
“aku seharsunya tak mengatakan hal ini, ku kira kau sudah tahu masalah ini”
“apa maksudmua?”
“Seori, ceritamu sangat spesial, walau kamu tidka terpilih karena bisa bermainn violin, ini akan menjadi peluang yang baik untumu. Benar, bukan?”

Soeri pulang sempat teringat dengan sikap Woo Jin yang sangat menentangnya ikut dalam pertunjukan. Kini aia paham tentang alasannya kenapa Woo jin speerti itu. Presedir Byun menelpon wartawan, meminta untuk segera menrbitkan artikel tentang Seori. Tapi, saat itu woo Jin datang menemuinya “Kita perlu bicara!"

“Kenapa kamu datang jauh-jauh ke kantorku? Hanya untuk mmeinta maaf”
“aku tak ada niatan untuk meminta maaf!”
“Ku rasa memang tidak, kau terlihat marah untuk meminta maaf”
“Berhentilah untuk menjalakan recanamu!”

Woo Jin menjeaskan hal yang ia kethaui tentang rencana busuk Presdir Byun, yang hanya ingin menjula kisah Seori tanpa mempedulikan peraminan violinnya. Penuh dnegan emosi Woo Jin mengatan “ Andai tahi festival ini dekelola oleh penipu mcam kau, aku tak akan memulai proyek ini. Jika kau menerbitkannya, aku akan menghentikan produksi panggung. Kamu bisa menggelar festiva; di lapangan tebuka!”

Dalam kantor Woo Jin merenungkan sikapnya selama ini pada Seori yang terlalu kasar, akrena membentaknya tanpa alasan yang pasti. Beberapa saat kemudian Seori datang dengan matanya yang berkaca-kaca. Suranya pun bergetar dan berkata “Kau sudah tau, makanya bilang sperti itu. Memangnya kau ini siapa menghentikanku? Kenapa menghentikanku? Karena ku penjual tiket? Pemain violin tragis yang ajaib siuman setelah koma 10 tahun. Semua itu benar, lalu kanpa ? apa salahnya menjual tiket dengan cerita itu? Andai kau menghentikanku, kau pikita mau berterimakasih? Kau tak mempedulikannya jika mereka memanfaatkanku!

“Bisanya kau tak pedulai”
“aku tak peduli! Aku dapat bermain violin dan bermain di panggung lagi. Mungkin pamanku yang meninggalku bisa melihatku, dan bisa kebali untukku. Lantas kenapa jika mereka memanfaatkanku? Aku tak keberatan. Aku rela di manfaatkan kanapa kau ikut campur? Kenapa?!”

Sejenak terdiam Woo Jin pun mengatakan “Karena aku tak suka, aku benci apabila seseorang yang kusukai, maksudku aku paling benci jika wanita yang ku cintai tersakiti”

Duh, episode kali ini bikin kita terharu ya. Apalagi saat detik-detik terakhir, Woo Jin tanpa sengaja langsung mengungkapkan perasaannya begitu saja. Gimana gak Baper coba guys? emang bener kalau drama korea selalu buat orang greget dan penuh misteri. Nah, bagi Anda yang suka dengan sinopsis Thirty But Seventeen ini, silahkan like dan share ya, jika ada salah alur cerita atau penulisan silahkan komentar dan kirim masukkannya. Gomawo 

Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 22 Bagian 3"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel