Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 23 Bagian 2


Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 23 Bagian 2

Penulis Sinopsis : Dewi Chan

Woo Jin berlari tergesa-gesa menuju gedung latihan orkestra. Namun, ia terlambat karena Pak Shim mmeberitahu Woo Jin jika Seori baru saja menemuinya untuk mengatakan bahwa dia tak bisa tampil dalam acara Festival itu. Pak Shim menjelaskan apa yang ikatakn Sori “Apa perkerjaanmu? Apa yang mmebuatmuu berlatih sangat keras? Seseorang menanyaiku hal iyu, aku tak bisa menjawab dengan percaya diri bahwa aku pemain violin yang akan tampil di panggung. Saat berlatih aku telah sadar jika aku tidak baik untuk perfom di panggung. Aku sudah tahum tapi aku malah mengabaikannya karena aku ingin sekali tampil. Aku terus mengabikanny dan tetap tampil, aku akan semakin menderita dan tertekan, tapi aku sangat sennag ketika berlatih”.

Woo Jin terus mencari di taman bermain, atpi sekarang Seori baru saja berjalan melawati kantor. Akhirnya Woo Jin menemukan Sori yang sedang berdiri sendirian di atas jempatan penyebrangan. Woo Jin berlari menghampirinya dan memuluk dengan erat. Ia meminta maaf atas perkataannya, begitupun dengan Soeri meminta maaf atas sikapnya selama ini. “Seharusny aku tak bilang begitu, k mau kau terluka. Tapi akhirnya aku malah lebih menyakitimu” jelas Woo Jin

“Tak apa-apa, semua ini karena aku. Kamu benar ada orang yang mengatkan jika tanganku seperti habis bertengkar dengan seseorang. Saat masih sennag bermain aku banggad dengan tanganku yang kapalan. Tapi, kini aku malu dengan tanganku. Apabila aku tampil dipanggu, aku akan menjadi seperi tanganku. Aku pasti akan sangat malu. Ibuku memebrikan violin bukan untuk bisa tampil ketika aku merasa tak bangga akan diriku” jelas Seori

“Tapi karena aku, kamu akan kehilangan kesempatan untuk menemukan pamanmu” ucap Woo Jin, Soeri menjelaskan lagi jika ia bukan anak kecil yang tak bisa negatakan dengan lantang karena takut. Soeri tahu jika pamannya selama ini telah menelantarkannya. Jika dia terus memaksakan untuk tampil di panggung, maka ia tak akan pernah menikmayi musik sebelumnya. Ia juga berfikir akan berakibat fatal jika dia membenci musik. Akhirnya Seori meminta maad ke Woo Jin yang telalu fokus pada perasaannya. Selain itu juga ia mengucpkan terimakasih kaeena sudah menyelamatkannya dari membenci musik.

Woo Jin juga menjelaskan jika ia takut akan mengganu kehidupan orang lain sehingga merusak segalanya. Seori tersenyum “ Ini pasti tempay yang snagat bagus, hal baik terjadi tiap kali saat kita di atas jembatan penyebarangan” ujarnya yang kemudian mengatkan “Tiap kali aku ingin menmuimu, tapi ku tak tahu keberadaanmu, aku selalu bertemu denganmu disini, mualai sekarang aku harus kemari setiap merindukanmu”

“kamu tak perlu meindukanku lagi, karena aku akan selalu disampingmu. Aku tak mau kita semakin jauh karena hal yang sepele. Mulai sekarang, aku akan mengatakan persaaanku. Aku akan bilang jika aku khwatir atau merasa bersalah. Aku akan mengatakannya. Jadi, aku ingin kamu memberitahuku jangan mendendam” papar Woo Jin.

Ekspresi Soeri nampak beruabh jadi gelisah “jantungku berdebar sangat cepat, kakiku gemetar dan tanganku sedikit gemetar. Ku rasa aku kurang gula” ungkapny yang membuat Woo Jin bingung. Seori menjelaskan “ kurasa jantungku berdebar cepat dan tangan gemetar karena aku belum akan hari aini, aku mengatkan ini karena kamu memintaku mengatkan segalanya. Ayo kita makan seseuatu”
“tentu sjaa, ayo” sahut Woo Jin. Mereka berjalan pergi, Seori mengajak untk makan tteokbeokki, karena mereka masih memiliki kupon gratis. Tapi Woo Jin mengajaknya makan nasi saja “setidaknya makanlah satu telur rebus sebelum akan tteokbokki, kalau tidak perutmu akan sakit”
“baiklah aku makan telur rebus dahulu” ucap Seori dengan begitu gembir dan secara sukarela Woo Jin membawakan tas violin miliknya.

Keseokan harinya ketika keluar kamar. Lagi-;agi Woo Jin bertemu dengan tiga sekawan  yang menyapa dengan lebih ceria. Woo jin tersenyum lalu berkata” ngomong-ngomong, aku tidak kebertan jika kalian tidur disini, tapi haruskan berpakain yang sama?”. “tentu saja, ini membantu tim kamu. Hae Bum membelikan semua pakian yang sama”

“Ayahku sangat kaya. Kira-kira apa yang akan paman belika untu kami jika berhasil menang medali?”
“Apa? Aku harus memberi hadiah untuk kalian? Apa hanya aku yang tak tahu?”
“sudah diputuskan, Paman harus siap-siap”
“Kenapa harus aku”
“Paman akan datang ke pertandingan”
“Dia tak sempat karena harus menghadiri festival”
“Bagaimana kau tahu jadwalku?”
‘aku lihat Paman ada waktu senggang di hari prtandingan tunggal Chan. Paman akan datang kan?
“Tentu saja, paman bisa datang”.

Sementara itu di kamar Seori senyum sendiri mengingat perkataan Woo Jin padanya. Terutama saat Woo Jin bilang kalau Seori wanita yang dia cintai. Kebetualan saat ia berjaan keluar bertemu dengan Woo Jin “kau tidak nyenyak?” tanyanya
“Iya”
“aku lupa memebritahu bahwa aku suka gaya rambutmua”.

Mendengar pujian itu mmebuta Seori bertambah salah tingkah, ia mengipas-ngipas wajahnya, lalu berjalan menuju dapur sambil berkata “aku tiba-tiba haus”. Saat di dapur ia mengobrol dengan Jennifer menanyakan soal latihan dalam persiapan festivalnya. Seori menjalaskan jika memutuskan untuk tidak tampil. Ia memninta untuk tidka mmebrithu Chan karena kompetisinya sebenar lagi.
Kemudian Jennifer minum pil dan membuat Soeri bertanya-tanya “ apakah kau sakit? Kenapa minum pil?”

“aku hanya minum vitamin saja yang diberika dokter yang memperkerjakanku dulu”
“Dokter Kim Hyung Tae?”
“Bagaiman kau tahu namanya?”
“Aku melihat plat namnya disana, namanya juga mirip dengan temanku. Seori megingat jika Hyung Tae sangat suka benryanyi dan menari. Maka dia bertanya pad aJennifer “apa ada penyanyi bernama Kim Hyung Taae?”

Setelah dicari ternyata ada penyanyi bernama Kim Hyung tae tapi kelahiran 1959. Maka Seori tertunduk lesu “bukan dia, ku rasa dia tak menjadi penyanyi, aku ingin tahu bagaimana Su Mi dan Hyung Tae” Keluhnya.


Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 23 Bagian 2"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel