Sinopsis Singkat Drama Korea "He is Psychometric"Episode 1 Part 2

Sinopsis Singkat Drama Korea "He is Psychometric" Episode 1 Part 2

He is Psychometric Episode 1 Part 2

Kesal dengan tingkah laku Lee An, Eunji terus mengejar Lee Andrea yang menghindar dan bersembunyi di belakang Dr.Sa Kang. Lee Andrea berusaha meyakinkan bahwa yang diliat itu adalah benar. Anak yang dia liat mungkin bukan petunjuk, tapi dia melihat wanita yang memakai cincin. Dr. Sa Kang tidak menemukan cincin satupun di mayat korban. "Tapi, tak ada satupun mayat yang pakai cincin." Lee An pun menduga " kalau dia bukan korban, mungkin saja dia pelakunya". Kemudian Eunji menepis dugaan Lee An "apa kamu mau menipuku?" Eunji mau mengejar lagi tapi tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.

Mereka panik sekali ternyata yang datang itu Kang Sung Mo. Eunji langsung meNgarahkan mereka untuk ke sudut. Lee An bertanya pada Eunji " sekarang apa?". Eunji merasa heran sekaligus menyuruh Lee An " kenapa kamu bertanya padaku. Kami tanggung jawab yang besar datang bersama kekuatan besar. Katakan padanya apa yang kamu lihat! Percaya dirilah!" Lee An kesal dengan ucapannya yang terlalu menyudutkan padanya "kan kamu yang memanggilku dulu untuk meminta bantuan. Aku gak mau jatuh sendirian.". "Dasar bocah!" Balasan Eunji

Terlalu menunggu lama di luar Sing Mo mengetuk pintu lagi. Eunji menyuruh Lee An untuk bersembunyi. Lee An nampak kesal perlakuan yang berikan Eunji. Dr. Sa Kang langsung membukakan pintu di ikuti Eunji yang berada di belakangnya. Eunji berusaha untuk menarik perhatian Sing Mo dengan berkata jika penjahatnya seperti psikopat. Dia tak pernah berhenti setelah membunuh tapi juga melakukan pembakaran. Sung Mo menyampaikan pendapatnya tentang kejadian tersebut " itu tindakan yang khas berharap bisa menyembunyikan kebenaran. Eunji langsung menyambung "Betul! Dia benar-benar psikopat"

Sung Mo sedikit curiga dengan tingkah laku Eunji yang berlebihan saat ini, seperti ada yang di sembunyikan. Sung Mo mendekati Eunji berkata " anehnya kamu juga menghindari tatapan mataku". Hal ini membuat Eunji gugup " karena kasus ini...di tiru dengan sempurna dari kasus apartemen Yeongseong 11 tahun lalu. Itu mengganggu ku". Alasan yang di lontarkan Eunji.

Terlihat Lee An yang bersembunyi di salah satu tempat penyimpanan mayat. Sesekali dia menyalakan kampus di ponselnya supaya lebih terang. Tempatnya yang begitu sempit membuat Lee An merasa ya nyaman bergerak kesini dan kesana sampai menimbulkan suara. Karena mendengar suara itu, Eunji berusaha mengalihkan perhatian "Aigoo itu benar mengganggu ku". Tak nyambung dengan cerita sbel Sing Mo bertanya " aja yang jadi korbannya. Kenapa kamu yang terganggu?". "Aku cuma perhatian sama kamu" jawab Eunji. "Jika kamu benar-benar mau memperhatikan ku, berhentilah berspekulasi. Tunjukkan padaku hal yang nyata!".

Sung Mo memperhatikan salah satu mayat. Menanyakan apakah Dr.  Sayang Kang dan Eunji sudah menemukan sesuatu. Eunji memberitahu jika di saat TKP telah menemukan dalaman korban yang ada dimana-mana. " Jadi iya sedang membicarakan nya sekarang benarkan? Tanya Eunji pada Sa Kang dan langsung mengiyakan. "Apa ada arti khusus pada dalaman mereka?" Tanya Sung Mo. "Itulah yang ingin kita cari tahu. Bagaimana denganmu apa sudah menemukan sesuatu?" Tanya Eunji "tidak ada yang spesial" jawab Sing Mo. Eunji meledeknya karena sama belum menemukan sesuatu.

Tak terima Sung Mo memberitahunya jika telah menemukan seorang saksi saat kejadian tersebut. Eunji terkejut "apa penjahatnya seroang wanita yang memakai cincin di jarinya? Atau itu saksinya?" Tanya Eunji. Pertanyaan yang di ajukan membuat Sungmin Mo curiga. Dia memberi tahu jika saksinya adalah laki-laki. Eunji mengajak semuanya untuk secepat mungkin untuk menemui saksi. Sung Mo mengiyakan saja. Mereka mau keluar meninggalkan ruang mayat, tapi begitu Eunji dan Dr. Sa Kang keluar, dia langsung menutup pintu dan menguncinya.

Eunji dan Dr. Sa Kang panik dengan tingkahnya. Padahal mereka sudah tos karena
Mengira berhasil membawa Sung Mo keluar dari ruang autopsi. Mereka terus memanggil Sing Mo. Namun Sungguh Mo tak menggubris Merkea, alah mendekati salah satu tempat penyimpanan mayat. Dia membuat pintunya, lagi menariknya ternyata ada Lee An. Lee An langsung tersenyum "Annyeong Hyung!". "Bukankah ku sudah bilang padamu untuk menjauhi tempat ini!" Nasehatnya " hari ini bukannya tak berhasil. Cincin! Seorang perempuan dengan cincin di jarinya ada di TKP." Jelas Lee An. "Tidak saksi tak mengatakannya tuh!" Saut Sung Mo. "Waduh!" Lee An menjadi gugup.

Di lanjut Sing Mo memberikan pilihan pada Lee An perihal mayat yang di tusu,k,, mayat yang di potong-potong, atau mayat yang tenggelam. Lee An melongo tampak ketakutan "Kenapa kakak bertanya begitu?". Sung Mo mendekatkan wajahnya ke wajah Lee An. "Kalau kemampuan mu bukan yang tebruruk, kamu akan melihat salah satunya segera!" Ancam Sung Mo. Sung Mo menantang Lee An tentang kemampuannya tersebut. Sung Mo mendorong Lee An kedalam langsung mengunci pintunya. Lee An berteriak minta maaf. Di dalam Pesan melihat berbagai penampakan ruh di atasnya. Entah itu hanya halusinasi atau nyata. Lee An menjerit lalu pingsan. Sedangkan Sungmin Mo alah tersenyum di luar.

Sung Mo sedang mengintrogasi saksi sedangkan Eunji dan detektif serta jaksa lainya melihat dari luar. Saksi ada seorang konsultan asuransi. Sebelum berangkat kerja, dia pergi ke Rumah perawatan Hanmin untuk meminta informasi dari kliennya di ruangan 702. Ketiak itu dia mendengar suara wanita menangis di ruang sebelah. Kemudian mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka. Dia terkejut melihat kucuran darah dari ranjang seorang pasien. Kemudian terlihat seorang pasien wanita menusuk perut pasien yang terbaring di ranjang lainnya. Di lanjut dengan menyiramkan bensin ke seluruh ruangan dan menyalakan korek api.

Setelah kejadian itu dia berlari memberitahu resepsionis. Resepsionis langsung menghubungi 911. Kebakaran pun terjadi, tak bisa terhindarkan. Semua orang berusaha menyelamatkan diri. "Lalu kenapa kamu baru melapor setelah 2 jam kejadian?" Tanya Sung Mo. "Aku pikir sudah ada orang lain yang melaporkan." Jawab saksi. Sung Mo sedikit curiga dengan luka perban yang di lihatnya pada saksi. Namun, kecurigaannya di Tapos oleh saksi jika lukanya ini karena terburu-buru saat keluar dan menyesali karena hanya menyelamatkan diri sendiri. Saksi pun meminta maaf kepada semuanya.

Pihak kejaksaan beserta kepolisian melakukan rapat bersama membahas kasus pembunuhan sekaligus pembakaran di rumah sakit. Dalam rapat tersebut Sung Mo menyatakan jika Song He Jung usia 57 tahun adalah tersangka. Sung Mo menjelaskan jika Song He Jung pernah di rawat selama 3 bulan karena depresi. Menurut perawat dia sering mengancam pasien yang lain dengan cara membunuh semua orang. Sehari kemudian dari kejadian pihak rumah sakit menyuruhnya pergi karena dia tak bisa membayar tagihan rumah sakit. Jadi ia sakit hati menyimpan dendam untuk membunuh korban, melukai diri sendiri, lalu melakukan pembakaran.

Pak Eun Byung Ho adalah ayah Eunji. Dia mengusulkan untuk segera mengumumkan tentang kejadian tersebut secara resmi kepada masyarakat sebelum reporter memberitakan hal yang aneh ataupun omong kosong. Dia juga memuji atas kerja keras Sung Mo dan tim investigasi khusus yang bisa memecahkan kasus hanya dalam waktu 2 jam setelah kejadian.

Ada salah seorang yang menanyakan siapa yang akan membuat pengumuman resmi antara jaksa dan detektif. Eunji berdiri mengacungkan tangannya jika yang melakukan semuanya adalah Jaksa Kang rasanya kurang pantas jika yang mengumumkan itu Jaksa Kang. Eunji pun memberikan pendapatnya " kita punya memiliki saksi, tapi aku pikir ini terlalu cepat untuk mengumumkannya secara resmi. Kenapa kita tidak memeriksa kebenaran nya dulu?". Ayahnya langsung bertanya tentang perihal ini " apa ada yang mengganggu mu?". Pertanyaan ini membuat Eunji bingung mau menjawab apa. Tak mungkin dia mengatakan mau mencari wanita yang memakai cincin. Jadi dia hanya memberi alasan untuk memeriksa sesuatu dulu.

Ayahnya langsung menasehati Eunji agar tak hanya berasumsi saja, tapi harus ada bukti yang jelas. Eunji tak mau kasus ini berakhir tidak jelas seperti kasus di apartemen Yoengsoeng. Mendengar perkataan Eunji orang yang ikut dalam rapat terkejut. Tak setuju ayahnya marah karena Eunji membawa kasus 11 tahun yang lalu. Mereka saling berdebat. Ternyata kasus dulu yang menangani adalah ayah Eunji. Kasusnya bekuan selesai karena tersangka tak pernah mengaku. Suasana berubah menjadi canggung. Ketua rapat buru-buru mengajak Sung Mo untuk melakukan pengumuman resmi. Sung Mo membuat pengumuman secara live.

***
Muncullah wanita yang berpakaian hitam dengan topi dan masker hitam. Dia berjalan terlihat begitu mencurigakan di lalu lalang jalan. Terlihat di pinggir jalan sudah menunggunya. Wanita itu langsung masuk ke dalam mobil lalu melepaskan topi dan maskernya. Wanita itu adalah gadis muda bernama Yoon Jae Ini. Di dalam mobil ada bibinya dan sopir. "Apa ada orang lain mengikuti bibi?" Tanya Jae Ini untuk memastikan. "Kita kan tau, kita bukan orang yang baru lahir. Apa kamu harus melakukan ini setiap waktu?" Tanya balik bibinya. 

Jae In tak menjawab, malah menanyakan ranselnya. Kemudian bibinya mengambil kan tas di jok belakang.. Dia langsung memberikan sebuah alamat pada bibinya untuk pergi kesana. Jae in memberi tahu pada bibinya jika dia sudah menemukan pekerjaan dan sekolah barunya. Bibinya memuji keberhasilan yang sudah benar-benar menjadi pengalaman dirinya sendiri. Jae In meminta diturunkan di suatu tempat. Sebelum turun Jae Ini turun memakai topi dan maskernya.

Ternyata Jae Ini turun masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian menjadi seragam sekolah. Tapi, saat Jae In mengganti di kamar mandi sebelah ada seseorang yang mengintinya dari lubang di dekat kamar mandi. Jae ih baru sadar setelah selesai mengganti baju. Dia mendekat ke lubang sekaligus terkejut melihat matahari yang sedang mengintainya. Laki-laki yang telah mengintipnya langsung kabut berlari sangat cepat. Jae In tak mau tinggal diam terus mengajar penguntit tersebut. Kebetulan penguntit mengenakan jaket sedikit corak merah dan hitam persis dengan jaket yang di kenakan Lee An. 

Pada saat itu Lee An sedang asyik telponan dengan temannya di jalanan menuju sekolahnya. Dia menceritakan tentang kejadian di ruang otopsi mengenai angka-angka yang ternyata nomor celana dalam korban. Mendengar ceritanya temannya mentertawakan. Tapi, obrolannya terhenti ketika penguntit berlari menabrak Lee An dan bersentuhan. Lee An melihat apa yang pria ku lihat sebelumnya di kamar mandi. "Dasar cabul!" Celetuknya

Lee An menyesal sudah bersentuhan dengan pria tersebut karena dia melihat sangat jelas. Teman Lee An bertanya “Bagaimana kalau Lee An itu Psychometric. Semua yang bisa dilihat hanyalah ukuean CD.” “Benar yang nenekku katakan, seekor lalat hanya bisa melihat kotoran hewan.” Saut Lee An. Jae In melihat pria yang mirip dengan penguntit. Dia merekamnya dari belakang.

Lee An masih tetap asyik mengobrol di telpon tak sadar Eun Ji telah merekamnya. Lee An mengelak “itu karena kamu tdak tahu engan baik. Semuanya itu bertahap sedikit demi sedikit. Apa senangnya bisa melihat sejak awal.” “Kamu sellau banyak bicara! Jadi apa yang dikatakan jaksa Kang?” tanya teman Lee An. “Kamu pikir apa? Aku langsung lari keluar dari sana. Aktu tak menyangka dia akan kesana. Bagaimana bisa aku bilang kalau melihat celana dalam?”. Balas Lee An

Jae In merekam semua pembicaraan Lee An. Dia tampak kesal mendengarnya dan langsung menghadang Lee An dengan menghadapkan ponsel ke muka Lee An. “Hey!” teriak kesal Jae In. “Ada apa?” jawab Lee An kebingungan tak mempedulikaknnya. Dia berjalan lagi melewati Jae In yang semakin kesal dan menghadangnya lagi. Lee An masih asik mengobrol dengan temannya “apa kamu pusa pesan kematian?” Tanya Lee An yang kesal karena temannya terus meledeknya. “Kamu punya?” sahut Jae In. Jae In heran kenapa Lee An menutup teleponnya. “Apa menyenangkan mengitip bawahan seornag gadis?” tuduh Jae In. “aku?apa kamu menuduhku?” elak Lee An.

Namun, Jae In memutar rekamannya sebagai bukti. Orang yang di sekeliling memperhatikan mereka. Lee An langsudng sadar apa yang terjadi. “Aku pikir ini salah paham.” Jelas Lee An. Orang-orang mulai menatap Lee An dengan pandangan kesal “Ah!! Ini gila!” gerutu Lee An. Lee An mencoba terus menjelaskan kejadian sebenarnya “aku bukan orang yang mengintipmu di toilet”. “aku tak pernah menyebutkan toilet.” Saut Jae In. Lee An terlihat stree mau menjelaskan bagaimana. “Dasar cowok cabul!” teriak Jae In sambil mau menendang Lee An, tapi berhasil menangkap kakinya. Ketika menyentuh kakinya Lee An mendapatkan penglihatan.

Dia bisa melihat ada seornag gadis kecil terjatuh dan mainan diatangannya terlepas. Lalu Jae In seperti du bully di sekolah lamanya dan menangis sendirian sampai pada Jae In mengankan topi dan masker hingga kejadaian di toilet tadi. Sedangkan Jae In kesal karena Lee An terus memegang kakinya. “Jangan sentuh aku!” perintah Jae In. Lee An terus menjelaskan jik ayang mingintip bukan dirinya. Dia terus meyakinkan agar ornag-ornag tidka berprasangka buruk padanya. Lee An pun berakhir di dalam sel kepolisian Seoul.

THE END Next Episode 1 Part 3

Jangan Lupa Ikuti Blog Untuk Update Terbaru Lainnya

Jangan lupa subscribe juga channel youtube kita



0 Response to "Sinopsis Singkat Drama Korea "He is Psychometric"Episode 1 Part 2"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel