Sinopsis Singkat Drama Korea "He Is Psychometric" Episode 1 Part 4

He is Psychometric Episode 1 Part 4

He is Psychometric
Episode 1 Part 4

Sebelumnya guru matematika simpati dengan cerita Lee An, tapi melihat tingkah lainu dia menjadi kesal lagi. Menyindir tentang kelakuan Lee An yang kasar karena seorang yatim piatu. Sedangkan Jae In yang terus memperhatikan Lee An hanya bisa terdiam pilu. "Bukan itu intinya kakak ku bilang,dia akan mentolerir semuanya asalkan aku ilustrasi SMA". Guru matematika sudah tak mau mendengarkan alasannya " tiadkada kong kosong lagi dan pergilah !". Tak cukup hanya mematuhi Lee An, dia menyuruh wali kelas (Guru wanita) mengurus surat DO nya.



Lee An memohon waktu penangguhan atau hukuman saja sebagai gantinya karena dia sebentar lagi lulus. "Aku bisa melakukan 500 jam kerja sukarela di sekolah. "Pergi sana!!" Usirnya. Kesabaran Lee An ya bisa terbendung lagi. Dia me!bentak gurunya. "Pak" "Lihat dirimu!". Guru matematika memukul kepala Lee An dengan buku berulangkali. Lee Antsrus menatap tajam padanya. "Tundukan kepalamu! Kenapa? Kau mau memukulku?". Perintah guru matematika. Tak hentinya guru matematika terus memukuli Lee An dengan buku. Jae In yang melihatnya merasa kasihan. Kemudian guru gemuk melerainya karena jam pertama pelajaran akan dimulai. Tapi guru matematika tetap ngedumel " kenapa ? Ku punya urusan dengannya?" Tanya guru matematika. " Tidak . Sebenarnya aku cuma mau tanya apa kamu mau memberi rokok untuk ku?". " Aku tak merokok". Guru gemuk itu memberitahu jika dia mau rokok hasil razia siswa. Guru matematika sibuk mencari rokok, guru gemuk langsung memberikan kode untuk pergi.

Wali kelas Jae In mengantarkannya di depan kelas. Tapi tak ada seorang murid yang peduli. Hanya So Hyeon yang terus memperhatikannya. So Hyeon melepaskan headset. Wali kelas langsung menyuruh Jae In untuk memilih tempat duduk yang kosong. "Dae Bong (teman Lee An). Dimana Lee An?" Tanya wali kelas. Tadinya mau memulai pembelajaran tapi dia pergi karena cemas dengan Lee An. So Hyeon terus memandangi Jae In. Lee An pergi ke rooftop dan naik ke lantai yang lebih tinggi. Dia duduk di susul pojok. Lee An mengeluarkan hpnya berniat untuk menghubungi Sung Mo tapi tak jadi. Lee An berbicara dengan dirinya sendiri "Hah! Dia menyelamatkan nyawaku. Hal terkecil yang bisa kami lakukan untuknya adalah tak menyebabkan kerugian." Lee An tiduran "kamu memang tak berdaya. Kami akan bertahan hidup sendirian seperti ini?"

Di ruang kelas nampak So Hyeon yang memberikan seragam olahraga pada Jae In. "Kelas berikutnya olahraga, pakailah ini." Jae In terus memperhatikan So Hyeon. "Kim So Hyeon?". Tanya Keinginan dengan pemasaran " kamu mengingat ku?" Tanya So Hyeon. Belum sempat menjawab geng cewek yang sempat memperhatikan Jae In di kamar mandi datang. So Hyoeon langsung pergi. Gengs cewek itu menghampiri Jae In " kamu kan? Mencurigakan kamu pindah saat akhir semester". "Apa yang mencurigakan?" Tanya Jae In "Bukannya kamu putri Yoon Kyung Joon. Kandidat kepala daerah? bukankah kamu istrinya? Katanya mereka pindah dari Gangnam kesini untuk pemilihan." Ucap ketua geng " aku tahu kamu melihat latarbelakangku. Tapi bisa tidak Jang berlebihan?" Ujar Jae on sebelum akhirnya pergi ke kelas.

Jae In terus bersikap tenang meskipun dia sudah mulai gelisah dan nafasnya sesak. Dia teringat tentang masa lalunya yang di bully teman-temannya hingga di lempari telur mentah. Jae In pergi ke rooftop, langsung mengeluarkan kantong kertas yang biasa dia gunakan untuk melegakan nafasnya. Sedangkan itu Lee An masih ada di sana juga, cuma lagi asyik dengan ponselnya sampai tak menyadari Jae In datang.


Di ruang tahanan Pak Yoon Tae Ha sedang memandangi foto Jae In yang mengenakan seragam sekolah. Pak Yoo Tae merupakan dalang dari kebakaran di apartemen Yoengsoeng. Dia juga bekerja sebagai pemadam kebakaran. Lee An membaca berita di internet tentang kebakaran di apartemen Yoengsoeng. Dia teringat dengan kejadian dulu saat Pak Yoon Tae ha menyelamatkannya terjebak di lift bersama dengan orangtuanya. Dia juga berusaha menolong ayah Lee An dengan melakukan CPR. Kenangan itu membuat Lee An meneteskan air mata tapi segera dia hapus.Berita yang dia baca adalah "Pahlawan dari kasus kebakaran ternyata penyebab insiden itu". Tahanan nomor 3145, Pak Yoon maju ke hadapan penyidik yang akan melakukan evaluasi untuk pembebasan bersyarat.

***
Ji Soo (Eunji) dan Sung Mo sedang membersihkan papan yang di gunakan untuk pengumuman resmi. "Ngomong-ngomong apa sebenarnya di lihat Lee An?" Tanya Ji Soo. "Katanya dia melihat semacam kenangan kuat tentang seseorang atau benda. Sulit di pahami." Jawab Sung Mo "kamu juga tahu betul, namanya kemampuan yang ga jelas itu lah jawabannya". Jika Soo masih penasaran dengan hasil terawangan Lee An perihal nomor CD yang di ungkapkan. Masih penasaran dengan wanita yang menggunakan cincin. Sung Mo sudah mendengar cerita dari Dr. Hong itupun membuat Ji Soo malu.

Sung Mo memikirkan tentang hal yang di lakukan Lee An untuk menggunakan kemampuannya pada mayat. Dia berpikir jika Lee An menerawang bukan dari rangkaian melainkan benda. Ji Soo penasaran dengan apa yang di pikirkan Sing Mo" apa bedanya?" . "Saat dia membaca orang, dia melihat nhatn menyakitkan mereka. Atau insiden mengejutkan entah itu kecil atau besar." Jawab Sung Mo " Oh semacam trauma" tebak Ji Soo. "Y, tapi benda sedikit berbeda. Dia melihat hal-hal yang lebih objektif dan sporadis. Tanpa emosi, begitulah". Teramg Sung Mo lagi

Ji Soo berpendapat jika kemampuan Lee An tak konsisten. Tapi dia masih penasaran dengan wanita yang memakai cincin. Tapi Sung Mo malah menyuruhnya untuk tidak di perumit. Ji Soo berpikir keras, akhirnya dia mendapat pencerahan. "oh pengasuh itu benar. Katanya para korban melihat pakaian dalam sebelum mereka meninggal. Para korban tak memiliki keluarga dan terganggu fisiknya. Bagai Jia pengasuh membawa pakaian dalam mereka tepat sebelum korban meninggal?".

Sung Mo melepas foto dari papan. "Itu hanya kemungkinan. Sebenarnya kalau tertarik pada kemampuan An atau kasus ini?". Tanyanya "keduanya, kenapa kamu cepet sekali menolak kemampuan An dan kasus itu?" Tanya balik JiSoo. "Buka itu yang ku lakukan". Mereka saling bertatapan. Sung Mo mengambil buku dari laci lalu memberikannya pada JiSoo. Di awal halaman tertulis 4 Desember 2008. Ternyata itu buku catatan visi atau pengelihatan Lee An yang Sung Moo buat. Dia memberitahu jika kemampuan Lee Andi mulai setelah kebakaran di Apartemen Yoengsoeng. Bukti Sing Mo yah tak menolak kemampuan Lee An.
JiSoo menanyakan soal membaik batu hingga menjadi debu. Dia aneh melihat Sun g Mo yang terlalu cepat menutup kasus hanya berdasarkan pernyataan saksi. Sung Mo hanya menjelaskan jika itu hanya kebakaran sederhana dan merasa tak nyaman karena kasus apartemen Yoengsoeng. JiSoo juga sependapat, hal ini akan mengungkit kenangan yang menyakitkan.

Di lokasi yang berbeda Terlihat Jae In yang sedang memakan permen buat untuk menenangkan hatinya. Permen yang di makannya sama dengan permen dulu yang dimakan Lee An waktu kecil. Jae In berdiri sambil meregangkan tangan. Dia melihat gedung tinggi di depannya, teringat dengan kejadian kebakaran di apartemen Yoengsoeng. Saat kecil dia ada lokasi kejadian menyaksikan Sung Mo dan Lee An terjun dari lantai atas. "Huh, seberapa jauh pun aku berlari aku pasti tetap berakhir di sini" keluhnya.

Ji Soo berjalan mengajar Sung Mo menanyakan sampai kapan Sung Mo akan memperhatikan Lee An. Sung Mo menatap Hi Soo. "Sampai dia menemukan orang uang bisa menggunakannya untuk psikometri. Kamu tau? Akai bahkan menarik orang yang menginginkan dia untuk membacanya". Kata Sung Moo. "Lalu siapa orang itu?" tanya JiSoo "Dia mungkin sudah bertemu orang itu sekarang. Gadis itu."

Jae In sudah merasa tenang, berjalan menuju pintu keluar rooftop begitu pun dengan Lee An yang baru saja terjun dari atas. Jae In kaget melihat lEe An. Mereka sama-sama terbelalak.

THE END, Nex To He is Psychometric episode 2 part 1



  

Jangan Lupa Ikuti Blog Untuk Update Terbaru Lainnya

Jangan lupa subscribe juga channel youtube kita



0 Response to "Sinopsis Singkat Drama Korea "He Is Psychometric" Episode 1 Part 4"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel