Pengalaman Saya Nambal Ban Tubles di Daerah Pedesaan

Hallo guys kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya mengalami apes saat berkendara di pedesaan tepatnya di kota Indramayu yang daerahnya masih banyak pedesaan dan belum seramai kota pada umumnya.

Ban tubeless di kasih ban dalam

Saya berangkat dari Bogor menggunakan kereta api dari pasar Senen hingga ke stasiun Haurgeulis bersama dengan calon istri saya dan di sana dia sudah menitip kan motornya di rumah temennya di dekat stasiun.

Kami berangkat pukul 17.00 menggunakan kereta Brantas dan sampai di Indramayu sekitar jam 18.50 an.

Setelah motornya di ambil saya meneruskan perjalanan ke desa Korea eh eh maksudnya Kroya hehe, sesampainya di Kroya desa tuklaban sekitar jam 20.00 apesnya malam ini hujan dan jalan nya masih banyak yang berlubang, walaupun saya sudah seperti Valentino Rossi beberapa lubang saya lewati namun apes akhirnya kena juga, ban motor saya tubles dan apesnya tidak ada bengkel yang buka di wilayah tersebut, ada satu bengkel tapi tutup.

Karena saya berhenti nya pas banget di pertigaan masih ada orang di situ ada tukang sate, tukang pecel dan Alhamdulillah ada temennya calon istri saya yang membantu, awalnya saya di tuntun mencari bengkel terdekat namun sayang nya 2 bengkel tersebut tutup dan akhirnya saya di pinjamkan motor oleh orang tersebut dan motor saya di ambil esok harinya.

Haripun bergantung dan bengkel yang ada di depan rumahnya ternyata tidak bisa menambal ban tubles, saya pun berganti ke bengkel yang satunya dan Alhamdulillah masih bisa untuk membantu saya menambal ban tersebut, namun yang di sayangkan walaupun si Abangnya sudah selesai menambal ban tersebut butuh waktu yang cukup lama dan setelah itu saya berangkat ke sekolah untuk mengantarkan calon saya mengajar dan di perjalanannya bannya bocor lagi, karena sebelumnya Hanya di lem dan di tambal namun sepertinya masih belum nempel ke besinya dan akhirnya lepas lagi tuh tambalan nya.

Akhirnya sebelum sampai sekolah calon saya berjalan kaki dan saya membawa motor tersebut ke bengkel, karena si Abang sebelum nya merekomendasikan kalo bocor lagi bannya di ganti namun harganya cukup mahal 200 rban lebih karena bengkel di sini tidak punya ban tubeless, akhirnya saya memutuskan untuk menambahkan ban dalam saja karena harganya yang cukup murah dan juga ban saya masih cukup bagus jadi ga perlu ganti ban lagi.


Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Pengalaman Saya Nambal Ban Tubles di Daerah Pedesaan"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel