Sinopsis Thirty But Seventeen ( STILL 17) Episode 20 Bagian 3


Sinopsis Thirty But Seventeen ( STILL 17) Episode 20 Bagian 3

Penulis Sinopsis : Dewi Chan

Woo Jin menerima pesan tenatng jadwal konselingny, tak senagja ia berpapasan denag Pak Shim di Lobby. Ia langsung berterimakasih pad Woo Jni, Kerena telah membantunya dalam mewujudkan kolaborasi denga Seori. Dalam perjalanan pulang Woo Jin telah menyelamatkan Seori yang hampir saja menabrak pemabatas jalan, karena kebiasaannya yang tidak memperhatikan sekelilingnya “ku sudah bilang jadang membayangkan musik di jalan, hidungmu nyarih patah” Tegur Woo Jin.

Kejadian ini menginatkan Seori pada sahabtanya yaitu Soo Mi. Seori lalu menceritakan tentang sahabatnya ini “ Waktu SMA aku selalu tak sengaja membawa tas olahranya. Namun ia pernah marah kepadaku, aku sangat merindukan teman-temanku.”

“kamu putus komunikasi dengan mereka?” tanya Woo Jin “Ya ku tidak mungkin bisa bertemu. Mungkin merea semua sudah pindah”. Woo Jin terus menatap Seori sangat dalam, sambil mengingat ucapan Pak Shim “ Ada yang spesial darinya, aku senang bermain denganya. Hidupnya pasti sudah sangat berbeda andai dia terus bermain. Waktuny yang hilang bisa digantikna. Itu sangat disayngkan.”

Saat itu juga Seori menyombongka luka memar yang ada di dagunya karena berlatih begitu keras seolah seperti pemain violin yang sangat handal. Woo Jin tidak menjawab pertanyaanny, ia malah teru menatap Seori sehingga buat heran Seori “ kenapa kau menatpku seperti itu?”. “Karena kamu cantik” jawabnya yang mampu membuat pipi Seori memerah. Seori dia terdiam, Woo Jin langsung menarik baju sambil berkata “ Kamu tidak mau berjalan?”

Keseokan harinya di Kantor Hee Su masih bingung untuk memikirkan konsep panggung. Ia terlalu berfikir sangat keras dan belum begitu mengenal konsep musik klasik. Ketika Hee Su pergi, Woojin membaca berkas yang ada di meja yang menyadarkan mengenai musik klasi dari sudut pandang Seori. Woo Jin mencari Seori untuk membicarakan hal ini, namun Hyun menmebritahu Seori baru saja pergi menuju Kantor Pos
.
Pria miseterius yang pernah mengunjungi Rumah sakit yang dimana Soeri dirwat dulu, namun adaki orang yang menempati kamarnya. Saat dia mau pergi, suster melihatny “ tunggu Anda pernah kemari buka? Untuk menjenguk Woo Seo Ri.”

Sementara itu Hyun tidak sengaja menjatuhkan buku catatan Seori, ia melihat foto tim orkestra yang terselip di dalamnya. Sedangkan Woo Jin Terus mengejar Seori yang berjalan dengan begitu riang di sebarang jalan, sehingga tak sadar bahwa didepannya ada seornag ahjumma yang mau menyriam tanaman. Untungnya Seori langsung berhentii tepat setelah mendengat teriakan Woo Jin. Namun momen ini mengingatkan Woo Jin pada kejadian masa lalu yang membuatnya terkena serangan panik.

Seori begitu panik meilhat Woo Jin jadi seperti ini. Ia langsung berlari menyebrang jalan menghampiranya “Ajusshi kau kenapa? Apa baik-baik saja?”. saat itu juga Woo Jin tidak bisa mengatakan apapun, matanya berkaca-kaca dan tubuhnya dipenuhi keringat. Ia terus teringat tentang Seori dan Soo Mi yang muncul di pikirannya.

Mengingat pesan yang dulu untuk bisa membedakan antara Seori dan Soo Mi, Woo Jin terus berusaha dengan keras untuk melakukannya. “Woo Seo Ri” Ucap Wo Jin dengan suara yang gemetaran, ia langsung memuluk Seori dan menyandarkan kepalanya di pundak. Mata Soeri pun ikut berkaca-kaca, tak ada kata mapun pertanyaan apapun dan berusaha menenangkannya dengan cara menepuk pundak Woo Jin sacara perlahan.

So sweet banget ya kan? di saat Woo Jin lemah Soe Ri memberikan sandaran untuknya. Akhir epsoisde yang bikin baper ya guys. Nah, untuk mengatahui Sinopsis Thirty But Seventeen yang tebarunya. Jangan lupa untuk mengikutinya, jika mau tau epsode berikutnya klik sini saja ok. Gomawo pecinta K-Drama

Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Sinopsis Thirty But Seventeen ( STILL 17) Episode 20 Bagian 3"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel