Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 23 Bagian 1


Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 23 Bagian 1

Penulis Sinopsis : Dewi Chan

Dengan penuh emosinya Woo Jin menjelaskan alasannnya melakukan hal ini “aku paling benci apabila wanita yang ku cintai tersakiti! Itu akan menyakitimu! Bagaimana jika kau pada alhirnya membenci musi yang di cintai? Bagiaman jika kau makin tersakiti?!”

Soeri juga semakin tak terkendali berbicara tentang akibatnya itu akan di tanggung sendiri bukan Woo Jin “ walaupun tersakiti aku yang sakit bukan kau. Jika dimanfaatkan aku yang dimanfaatkan bukan kau. Untuk orang yang seprti aku bisa bermain violin lagi. Memiliki kesmepatan yang sperti ini adalah hal yang patut ku syukuri. Aku akan pura-pura tak mendnegar. Aku akan bermain di pangung apapun yang terjadi”. Setelah puas meluapkan emosinya Seori berjalan pergitanpa pamit sama sekali.

Amarahnya mash menggebu-gebu, ia lebih memilih berlatih violin sendirian. Perkataan Woo Jin sangat menyakitinya sehingg aia tak bisa fokus untuk berlatih dan malah meulkai dirinya sendiri. Tali senarnya putus sehingga membuat telapak tangannya berdarah.

Woo Jin sampai di depan rumahnya, tapi ia memilih untuk pergi lagi. Saat itu juga Chan menelponnya. “ Ya ada apa Chan?” “kenapa belum pulang ? Paman pergi lagi?”
“Ya sebentar saja”
“Ngomong;ngomong apa Bibi perlu begadang semalaman untuk berlatih ?”
“apa dia menelponmu?”
“Iya Jennifer yang menelponnya, dia ada ri ruang latihan semalan karena konsernya. Dia bisa sakit”
Tanpa basa-basi Woo Jin pergi ke gedung dimana Seori berlatih. Namnun, sampai disana pak Stapam menjelaskan jika tak ada siapa pun di ruang orkestra.

Epoisode 23 “ Kenyamanan”

Pagi hari ketika Woo Jin keluar dari kamarnya bertemu dengan tiha sekawan yang sedang memakai  piayama yang sama. “Selamat pagi Mr. Giomg kami tinggal di kamr Chan untuk berlatih dan bersatu sebelum kompetisi nasional. Kami memkai pakaian yang serupa supaya benar-bena rmenyatu” jelasnya.

Melihat raut muka Woo Jin Chan dengan mudah menebak bahwa semalan ia tak tidur. Tapi saat diatanya lebih lanjut ia malah menngelaknya. Woo Jin turuk ke bawah malah dihamprir oleh Jnnifer yang menyerahkan tas berisi pakaian ganti untu Seori “ Boleh ku minta Anda mengantarkannya jika tak beratan?”. “Tentu saja”.
“aku khawatir dengannya akan sakit, ku rasa dia sangat sibuk berlatih”
“aku akan lega apabila memang seprti itu”

Seori sampai di depan kantor, tapi ia ragu untuk memasukinya dan memutuskan untuk pergi lagi. Di saat bersamaan Hyun tiba dan melihatnya. Ia berteriak memanggilnya tapi ia takan menoleh kearahnya sekali pun. Selama bekerja Woo jin banyak melamun, hingga tak di sadri jarinya tersayat cutter sampai berdarah. Hyun khwatir “Astaga, seharusnya kau hati-hati”.
Kemudian Hyun membawanya ke pantry untuk membantunya membersihkan luka. Hyun beratnya “ apa yang sedang kamu pikirkan sih?” namun Woo Jin malah berbalik bertanya. Sesaat kemudian, Hee su masuk dan memintan Hyun untuk meninggalkan mereka berduaan “Kamu terlihat tertekan, pulanglah kau mengecewakan. Pulanglah lebih cepat” ucapnya.

Soeri duduk sendirian di taman, kemudian ada nenek yang menghampirinya “ hei kenapa tidak datang kemarin? Aku menunggumuu” Ucapnya
“anda menunggku?” tanya Seori
“rumahku ada di sebelah sana, tapi aku jarang keluar karena kakiku ini. Ku keluar jika mendengar melodi yang indah, lalu aku melihat kau memainkannya setiap hari. Terdengar sangat indah jika kau memainkanny mmebuatku melupakan nyeri di kakiku. Itu membuatku bahagia” jelas nenek yang kemudian berkata “kamu sperti habis bertengkar dengan seseornag”
“Apa? Bagaiman Anda Tau?”

“Maksudku tanganmu sepeti habis bertengkar” jelasnya lagi
Seketika Seori teringat dengan momen masa lalunya saat dirinya terlalu menikmati sesi latihannya, sehingga ibuny datang dan berkata “Kamu harus istirahat, kamu sudah latihan berjam-jam. Rahang dan tanganmu pasti sakit sekali”

“ apa aku berlatih selama itu? Tapi tak sakit sama seklai. Mungkin karena sangat menikmatinya” Jawabnya dengan senyuman mnais yang terlihat di wajahnya. Tapi saat ini Seori tidak bisa menahan tangis lagi. Ia melihat telapak tangannya dan berkata  “ sakit tidka menyengkan”
Di halaman rumah Woo Jin duduk seornag diri menatap galapnya mala, tiba-tiba munculah Jnnifer yang berkata “Seori pasti berlatih sampai malam. Kimchi dan jamur Cordyceps yang matang”.

Jennifer lanjut berbicara “bebrapah hal bertambah baik seiring waktu. Tapi aku rasa tak sperti itu jiang berkaitand engan perasaan yang tak nyaman saat ini kau miliki ke orang lain. Kebanyak orang hancur, akrena tak banyak bicara, mereka menahan diri untuk tak mengatakan satu hal penting. Ku rasa Anda harus mengembalikan segalanya sperti semula sebelum bertambah buruk karena hnaya satu hal tak bisa dikatakan”.

Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 23 Bagian 1 "

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel