Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 21 Bagian 2


Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 21 Bagian 2

Penulis Sinopsis : Dewi Chan

Chan bersama sahabat karibnya berlatih sangat keras, walaupun pelatih sudah selesai melatih di pertemuan ini, mereka tetap melanjutkan untuk berlatih dengan sekuat tenaga. “Mengapa kalian begitu berlebihan? Jika ingin berlatih lagi, lakukanlah dengan benar!” ujar pak pelatih yang ikut semakin semangat.

Di siang hari Deok Su dan Hae Bum berencana untuk istirahat makan siang, tapi Chan malah mengangkat perahunya lagi. “Kenapa kamu membawanya lagi?” tanya sahabatnya “ Aku harus berlatih”. Jawabnya “kita sudah berlatih lebih dari dua kali, apa kamu tidak lelah? Kamu harus fokus beraltih untuk pertandingan tunggal. Aku merasa kamu memforsir diri karena kami”. “Tennag saja Aku adalah Yoo Chan!”.

Berbeda dengan Woo Jin yang menuju pulang dan menjelaskan tentang saat membaca materi yang pernah dikatakan Seori saat bisa melihat musik. Hal ini membuat ide yang cemerlang bagi Woo Jin. Selain itu sangat membantu sekali dalam menemukan konsepnya. Seo Ri terlihat begitu gembira, karena bisa bermanfaat untuk seseorang. “rasanya aku hampir tak bisa makan, tapi ku merasa keanya, rasanya sangat menyenangkan”.

“Jika lapar, apa yang bisa kamu makan?” Tanya Woo Jin sambil memunjukan ke air pancuran yang teringat kejadian lucu Soeri yang sedang asyik meminum airnya. Merasa di ejek, Soeri lanjut mengejek Woo Jin dengan menunjukan ke arah tempat sampah sambil berkata “ Itu barang seni, kurasa ini hasil karya metafora yang mewakili jiwa hancur atau sesuatu. Beri tahu aku arti dibalik karya seni itu?”. “Mengejek seseornag itu adalah kebiasaan buru” sahut Woo Jin. Seori kemudian mengatakan “ Apa itu ekspresi artsitik dari ide juga? kamu ingin membawanya pulang dan meneliti lagi?”.

Kekesalan pada keduanya mulai mereda saat Sori menceritakan bahwa dulu ia tak sengaja melihat air mancur yang bergerak dengan musik dan cahaya, rasanya membuat Seori ingin melihatnya lagi. “ di sini sudah ada banyak hal sepertiitu” sahut Woo Jin. Seori tidak percaya dengan omongannya “ kamu mau menipuku lagi? Dasar tukang boong”. “Ya ampun, kamu jangan menuduh seenaknya aku pebohong, bagaimana jika ada tempat seperti itu?” ucap Woo Jin.

Kemudian Woo Jin membawa Seori ke salah satu tempat yang di inginkannya, kebetulan saat itu musik yang diputar adala “Je Teu Veux”. “Apakah kamu mendengarnya?” tanya Seori. “tentu, kamu yang menyarankannya” jawab Woo Jin.


Mereka berjalan di sekitar Sungai Han, datanglah seorang ajusshi yang menawarkan tikar seharga 5 dollar, tapi mereka menolak tawaran itu. Berbeda dengan Seori, ajusshi menawarkan dengan sedikit basa-basi “ Ya ampun, ada romansa di Sungai Han. Aku yakin kamu mau duduk di atas tikar bersama kekasih wanitamu”. “Aku bukan..aku bukan kekasihnya” jawab Seori yang gerogi.

Namun, setelah mendangar itu Woo Jin langsung membeli tikar itu, sehingga Seori jadi Salting “ Ya amoun, aku bukan kekasihnya, kenapa dia bilang seperti itu?”. Woo Jin jalan duluan dan menghentikan langkahanya, karena ada anjing yang lucu menarik perhatian. Ia berteriak pada Seori memberi tahu bahwa anjingnya mirip dengan Deok Gu (anjing Seori). Seori hanya diam saja, sehingga membuat Woo Jin menghampirinya “Kenapa kau menatapku seperti itu?”. “Karena kamu memesona” jawab singkatnya.
“Siapa?Aku?”
“Ngomong-ngomong kini kamu hidup dengan sedikit barang bukan sedikit hati”
“Itu berkat seseorang”

Seori pun duduk sendirian menunggu Woo Jin, tak begitu lama Woo Jin kembali dengan membawa barang belanjaan di kreseknya. Namun saat itu Woo Jin sempat menyiram tanaman yang layu sehingga Seori teringat dengan pria remaja yang membawa tas bertempel sticker pororo. Seori terlalu serius memikirkannya sehingga tak sadar mulutnya menganga, Woo Jin datang dan langsung menyindirnya “Hei, jika mulutmu tetap seperti itu, lalat akan cepat masuk ke,ulutmu. Kenapa kamu terus menatapku sperti itu?”

“Aku ingat dengan seseorang” jawab Seori yang membuat Woo Jin bertanya-tanya. Sempat terfikir di benak Seori untuk menanyakan tetnang Woo Jin pernahkah tinggal di Korea saat remaja. Karena Soeri sudah mendengar cerita dari Hee Su serta Chan jika Woo Jin sekolaha di Jerman sejak kail. Membuat Seori tidak menanyakan tentang hal tersebut.

Sementara itu Chan dan kedua sahabatya baru saja sampai rumah sambil minum milshake. Akan tetapi, Jeniffer muncul begitu saja menghampiri mereka “STOP! Daripada minum dengan banyak krim kocok yang tak membantu atlet dan menambah lemah di tubuh sehingga menghambat pembentukan otot, lebih baik kalian minum jus jeruk peras yang membantu tubuh menyimpan glikogen”

Mereka langsung menuju ke meja makan, disana telah terhidang begitu banyak makanan lezat. Tapi, sebelum menyantapnya, Jeniffer datang menjelaskan menu makanan yang dia tulis lengakap selam aseminggu kedepan “Mendayung adalah jenis olahrag ayang membutuhkan stammina anaerobik. Maka disrankan untuk makan 60 samapi 70% karbohidrat, kurang dari 25% lemak dan 15% protein. Pstikan kalian menang medali dengan rencana yang terperinsi dengan asupan nutrisi. Mohon patuhi rencana pola makan ini”. Jelasnya

“sangat sulit untuk dipahami”
“Apa maksud dari semua itu”
“Kurasa dia menyuruh kita menikmati makan malam”

Duh...duh ada yang Baper nih? lama kelamaan udah mulai muncul perasaan satu sama lain nih, cuma masih pada gengsi iya kan pecinta Drakor? padahal mereka sudah dekat dan hampir mengetahuai masa lalunya, tapi ada aja deh yah yang buat kita penasaran endingnya gimna? nah, untuk itu bagi Anda yang suka dengan Sinopsis Thirty But Seventeen jangan lupa untuk terus mengikuti update sinopsis terbarunya. Apabila ada kesalahan dalam ceritanya mohon maaf ya? Gomawo guys

Cara Mendapatkan Uang Terbaik, Daftar Sekarang!

0 Response to "Sinopsis Thirty But Seventeen (STILL 17) Episode 21 Bagian 2"

Post a Comment

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel