Belajar Cepat Memahami Teks Drama dan Contoh Drama Berbagai Tema

Belajar teks drama dan cara memhamai teks drama dengan mudah

Guys kalian pernah gak sih nonton pementasan drama? Jika sudah apa saja yang ada dalam pementasan drama? Yups betul sekali dalam drama itu ada tokoh, perwatakan, naskah dan masih banyak hal lainnya. Nah, salah satunya naskah drama yang paling berperan penting. Adanya naskah drama pemeran bisa mengikuti alur cerita, pengalaman karakter dan alur cerita yang dituangkan mengaliri lewat naskahnya.



Cara cepat belajar memahami teks drama ada banyak contoh teks drama yang sering di jadikan sebagai referensi untuk belajar menulis naskah drama.Lantas bagaimana sih supaya lebih paham tentang Bagaimana cara membuat teks drama dan cara membuat naskah drama? Sebelum ke cara membuat teks drama, sebaiknya memahami dulu tentang drama. Yuk, simak pengertian drama berikut ini.

Jadi begini lho guys, Drama merupakan salah atau karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog atau percakapan yang nantinya akan di pentaskan di depan orang banyak. Drama juga sering di sebut teater. Sedang teks drama merupakan naskah tentang jalannya cerita yang berbentuk dialog atau obrolan, terdapat gerak gerik yang harus di lakukan tokoh berguna sebagai pedoman dalam pementasan drama. Tak sekedar pertunjukan saja, Drama juga mempunyai pesan yang disampaikan ke penonton.

Adapun unsur-unsur dalam teks drama, supaya sempurna dan lengkap. Maka syaratnya harus di penuhi yaitu Tema, tokoh, watak, alur, latar dan amanat. Enam unsur tersebut mungkin sudah sering Anda dengar. Jika tema yaitu ide pokok drama, alur yaitu jalannya cerita drama, tokoh (protagonis dan antagonis) dan tokoh pendukung, watak yaitu perilaku yang di perankan tokoh, latar yaitu gambaran tempat, waktu dan suasana, kerangan, amanat yaitu pesan yang di sampaikan oleh pengarang.

Untuk mengetahui drama yang baik, kita bisa melihatnya dari karakteristiknya. Ciri-ciri drama yang baik yaitu ceritanya harus berbentuk dialog dan memiliki narasi, tidak menggunakan tanda petik (") dalam percakapan, adanya petunjuk kalimat untuk tokoh atau pemeran yang bersangkutan bisanya menggunakan tanda kurung, dan petunjuk drama di tulis di atas atau di samping dialog.

Bagaimana kamu sudah memahami teks drama? Mulai dari pengertian teks drama, unsur-unsur drama dan ciri-ciri drama. Selanjutnya akan mengulas tentang contoh naskah drama yang baik dan benar. Naskah drama yang akan di paparkan tentang contoh naskah drama pendek, contoh naskah drama komedi, contoh naskah drama persahabatan, contoh naskah drama lucu, contoh naskah drama 5 orang, naskah drama anak sekolah jaman now, naskah drama tentang pendidikan, dan naskah drama tentang kejujuran. Langsung saja yuk simak contoh naskah drama dari berbagai temanya!

Teks Drama dan Contoh Drama Berbagai Tema

Contoh teks drama sudah banyak jenis dan tema. Beragam contoh teks drama saat ini banyak yeng mencari tertama anak sekolah. Karena ada materi teks drama, pasti di suruh untuk membuat teks drama lalu mementaskannya. Berhubung kalian sedang mencari contoh teks drama. Kali ini aku membuatkan contoh teks drama singkat sehingga mempermudah untuk memperoleh referensi teks drama yang di ingginkan. Berikut ini teks drama yang paling populer berbagai tema.

Contoh Naskah Drama Komedi Horor Pendek Untuk Tujuh Orang

Malam Jum'at Kliwon 

Malam jumat kliwon lima sekawan Dewi, Eli, Neng, Hela dan Thosi sepakat untuk menunaikan sholat di masjid.

Eli : Malam ini kita sholat di masjid ya!
Dewi : Masjid yang dimana, kok gue parno.
Neng : Ah lu mah penakut, mau sholat kok parno gitu.
Eli : Sudah, pokoknya nanti malam kita sholat di Masjid Al-Ikhlas. Sekalian baca yasin bareng disana.
Dewi : Tuh, pasti pulang malem dong. Gue takut ah gak mau.
Hela: Ya elah ni bocah napa ya? Lu kan mau sholat ngapain takut yang begituan. Pokoknya yang gak ngaji besok di sekolah harus traktir kita di kantin sekolah.

Hari sudah mulai sore mereka mengakhiri pertemuan hari ini. Untuk mempersiapkan sholat magrib sekaligus yasinan.
Suasana rumah Dewi yang sepi membuatnya menjadi ketakutan. Saat Dewi sedang mau mandi,. Tiba-tiba terdengar suara beda yang jatuh dari ketinggian sehingga Dewi kaget.

Brakkkk! (suara benda jatuh)
Dewi : Eh ayam....(latah) Woi siapa yang ngelempar benda kencang-kencang kaget tau.

Dewi semakin ketakutan, berjalan perlahan memeriksa setiap sudut ruaangan. Ternyata suara itu di timbulkan karena ada aqua yang jatuh karena kucing peliharaannya.

Baca juga: Kumpulan kata bijak drama
Dewi : Halah gembul mbul lu tuh ngagetin gue aja. Kalau laper bilang, datangi gue. Jangan lu acak-acak barang yang di meja. Tuh kan gara-gara lu gue telat nih. Bisa-bisa nanti gue traktir temen di kantin. Lu mau jatah makan di potong buat jajanin temen gue.

Meong..meong..meong seakan kucingnya mengerti perkataan sang pemilik. Dewi akhirnya memberi makan kucing kesayangannya. Melanjutkan untuk mandi. Suara Adzan magrib terdengar.

Allahuakbar...Allllahuakbar....

Dewi: Hadeuh ini belum beres lagi, mana mukena gue. Ma...mamah...tau mukena ku nggak?
Mama: Bukannya tadi pagi kamu cuci ya. Coba liat di jemuran.
Dewi : Dimana ma nggak ada? di jemuran gak ada.

Karena penasaran Ibunya menghampiri dewi ke jemuran.

Mama: Oalah dewi...dewi... itu di depan kamu itu apa? Kalau bukan mukena, makanya carinya pakek mata jangan pakek mulut.
Dewi : (senyum-senyum manja) Hehehe ya udah makasih mah, ku buru-buru mau ke masjid. (Sambil lari)
Mama : Tumben-tumbenan tuh anak ke masjid.

Sementara di masjid Eli, Neng, Hela, dan Thosi sudah ada di lokasi.

Thosi : Kemana ya Dewi jam segini belum datang juga.
Hela : Bener-bener tuh bocah. Di ajak yang baik malah belum dateng juga. Sama yang gituan aja takut.
Thosi : Mungkin masih di jalan.
Neng : Yah kayak gak tau aja Hela, Dewi kan gitu suka kejar tayang kayak sinetron.
Eli : Hustt jangan berisik bentar lagi komat.

Suara Adzan komat sudah di kumandangkan. Dewi masih berlari menuju masjid untuk sholat.

Dewi: Ya elah udah komat, pokoknya harus cepat sampe. Tapi, engap juga ya lari dari rumah ke masjid.
Baca juga: Drama korea romantis terbaru
akhrinya Dewi sampai juga di masjid. Temannya sudah berbaris untuk menunaikan sholat magrib. Sudah rokaat yang kedua Dewi ikut berdiri di samping temannya.

Dewi : hehhehe..hai sorry gue telat, jadi gue gak traktir kalian kan di kantin (Nyengir di depan hela)

Hela, Nahan tawa melihat tingkah konyolnya dewi. Sholat magrib sudah selesai. Sambil menunggu anak-anak yang lainnya mereka ngerumpi.

Hela : eh bocah ngapain tadi ngajak ngobrol orang sholat? Udah gitu napas lu ngos-ngosan
Dewi : Gimana gak ngos-ngosan gue capek, ke masjid lari barusan.
Neng : Lagian ada-ada saja.
Eli : Husttt jangan berisik, ada cowok ganteng dateng tuh. (sambil nunjuk)
Thosi : Idiiih bener tampang alim kayak lu, kalau liat yang bening-bening bisa aja.
Eli: Ehh enggak (Tersipu malu)

Semua anak sudah berkumpul, langsung saja memulai yasinan di pimpin dengan pak ustadz. Tak lama kemudia membaca yasinan sudah selesai.

Dewi : Sebentar banget sih yasinannya, jadi cuma bisa liat sebentar deh cowok gantengnya. Ya ampun idaman banget.
Hela : Eh bocah, lu masih kecil. Udah mikirin kawin. Belajar aja dulu sampe tinggi. Baru mikirin kesitu.
Eli : Sudah..sudah jangan ribut lagi bentar lagi adzan isya.
Thosi : Tuh dengerin ibu ustadzah.

Suasana berubah menjadi hening. Mereka terus menatap wajah tampah cowok yang duduk di pojok sana. Saking fokusnya suara komat gak terdengar. Mereka mlongo melihat kekaguman ciptaan Allah.

Eli: Astaghfirallah...bangun ngapain pada bengong, buruan sholat isya.
Dewi : Iya tampan.
Eli : Ya ampun, Dewi istighfar ini aku Eli.

Karena mendengar kegaduhan, laki-laki tampan itu menoleh ke belakang. Mereka langsung berdiri dan tersenyum padanya. Cowok tampan membalas senyumannya. Betapa bahagianya mereka melihat cowok tampan tersenyum.

Dewi : Akhirnya sudah beres, sekarang saatnya pulang.
Hela : Hayo lu bocah, balik sendirian. Beda arah sendirian.
Dewi : Apaan sih lu, gak jelas. Udah kalian pulang duluan aja sana. Biar gue pulang bareng cowok tampan barusan.
Neng : Cie ngarep. Wkwkwkk yang ada tuh lepet putih yang nemenin lu.
Eli : Gak boleh gitu, jangan bikin parno Dewi.
Dewi : Tau nih.

Mereka berpisah, Dewi berjalan sendirian. Di perjalanan dia mulai merasakan tidak ada yang beres. Hidungnya mulai mencium bau kemenyan. Karena takut Dewi berlari, di pertigaan dia tak sengaja menabrak tanaman.

Dewi : Aduh sial banget nih gue.

Setelah mengoceh kesal dengan tanaman dari arah kiri terlihat kebulan asap.

Dewi: Astaghfirallah, ini cobaan apalagi ya Allah, ku datang ke sini untuk ibadah bukan buat pacaran. Itu asep apa kok tebel banget udah kayak film horor.

Dewi hanya bisa berdiri kaku sambil melihat ke arah asal asap tadi. Dia mulai mendengar suara langkah kaki. Dewi semakin ketakutan.

Dewi : Ya Allah ampuni hambamu ini. Biarkan yang datang ini bidadara syurga yang Kau turunkan Untukku bukan syetan gentayangan. Kaki gue kaku banget, mau lari gak bisa.

Suara langkah kaki itu semakin terdengar kencang. Kebulan asap itu muncul sosok tinggi berbaju putih. Semakin jelas sesosok itu mendekat ke arah Dewi. Dewi terkejut melihat hantu tampan.

Dewi : Ya Allah Alhamdulillah setannya gak serem tapi ganteng. ( Sambil teriak)
Cowok Tampan : Mana setan? Sebelah mana?
Dewi : Hee setan tanya setan?
Cowok Tampan : Siapa yang setan? Gue manusia. Kalau gak percaya pegang nih tangan gue.
Dewi : Eh bukan muhrim ya setan.
Cowok Tampan : Lama-lam Gue tepuk tuh jidat jenong lu.
Dewi : Ampun dah setan udah berani sama manusia.
Cowok Tampan : (Geleng kepala)

Tak lama kemudian ada tukang sate lewat. Te..Sate...sate madura asli jawa enak rasanya gitu lho.

Dewi : Maksudnya apaan ini? kebulan asap itu berasal dari abang sate? Gue kira setan. Terus cowok ganteng di depan gue ini siapa? Apa doa gue barusan di kabulkan.
Cowok Tampan: Dasar aneh lu (Sambil pergi meninggalkan Dewi)

Di sepanjang jalan Dewi terus terus tersenyum membayangkan peristiwa yang barusan terjadi. Dia berharap cowok tampan adalah doa dari jawaban yang dia minta pada Allah.

Karya : Dewi Fatimah

Sebenernya ada ide lagi buat kelanjutan drama ini, cuma buat satu babak aja dulu aku buat naskah drama ini. Buat kamu yang mau tau kelanjutan drama komedi ini silihkan request pada kolom komentar. Biar aku semangat buat drama komedi singkat maupun panjang. Selanjutnya aku akan membuat naskah drama persahabatan. Sahabat itu memang gak ada duanya. Bener gak?

Contoh Teks Drama Persahabatan

Undangan Pernikahan Sahabat "BRINGKA"

Dewi, Neng, Hela, Thosi kini sudah menjalankan aktivitasnya masing-masing. Dewi dan Hela sebagai Guru Bahasa Indonesia sedangkan Thosi dan Neng sebagai wanita karier di salah satu perusahaan. Semasa kuliah terlihat sangat kompak saling mendukung satu sama lain. Nongkrong bareng, ngerjain tugas bareng. Tapi, setelah lulus kuliah rasanya sedikit berbeda. Komunikasi untuk bertatap muka jarang. Hanya lewat komunikasi via Whatsapp. Di grup Whatapp.

Neng : Sepi banget nih grup, pada kemana ya?
Dewi : Gimana kabarnya? Sehat kan?
Neng : Iya sehat alhamdulillah.
Dewi : Hela sama Thosi kemana belum nimbrung juga? Lagi pada sibuk ya Ibu negara?
Hela : Siap hadir.
Neng : Thosi kemana, dia selalu lama responnya.

Ya Obrolan grup cuma sesingkat itu. Beberapa bulan kemudian grup Whatsapp BRINGKA ramai kembali.
Hela : Aku mau nagsih tau nih kekalian, tanggal 5 maret aku nikah. Datang ya?
Neng : Wah selamat ya hela, ngedadak banget.
Dewi : Iya hela, sekarang di majuin bukan bulan mei?
Hela : Ya nih udah ngebet. (Candanya)
Dewi: Hemm Thosi selalu sibuk, belum pernah nimbrung di grup. Kira-kira ada yang tau gak kenapa?
Thosi : Hadir, maaf ya baru nimbrung ada alasan tertentu.

Berbincangan sudah selesai. Akhirnya mereka di pertemukan kembali di acara pernikahan Hela. Mereka terlihat sedang mempersiapkan untuk pergi ke rumahnya Hela yang sangat jauh.

Neng: Jadi, kita sekarang ngikutin pihak cowok nih? Mampir dulu ke rumah pihak cowok?
Dewi : Iya Neng, kita kan gak tau jalan. Lagian sudah sore. Kalau kesasar gimana?
Thosi: Eh itu mobil rental kita udah datang.

Mereka langsung memasukan barang-barang yang akan di bawa seperti hadiah pernikahan.

Dewi : Ayo dong berdoa dulu sebelum mobil ini melaju
Neng : Ok, thosi kamu pimpin doa
Thosi : Sebelum pergi kita berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Semoga semuanya lancar sampai pada tujuan. Berdoa mulai.

Mobil melaju dengan santai, mereka terlihat santai dan menikmati perjalanan. Neng mengeluh mabuk dan memutuskan untuk tidur.
Neng : Aku pusing banget nih, mual rasanya.
Dewi : Ya udah istirahat saja, biar thosi yang nemenin abangnya.
Thosi : Ih apaan sih kamu mah.
Dewi : ya biar gak ngantuk. Aku juga mau tidur.
Thosi : Tuh kan kalian mah.

Akhirnya mereka sampai di rumah pihak cowok sampai larut malam. Karena mobil berhenti mereka terbangun dari tidurnya.

Dewi : He.. ini udah sampai (sambil mengucek mata) Neng, Thosi bangun udah sampe nih.
Thosi : Eh iya, Eh abang sopirnya kemana?
Dewi : Gak tau, ku aja baru bangun.
Neng: Udah sampe ya, mau turun gak nih?
Dewi : Gak usah, kayaknya bentar lagi berangkat.

Tiba-tiba alarm mobil berbunyi.

Thosi : eh ini gimina aku gak bisa matiin alarmnya.
Dewi : Apalagi aku, cuma bisa naik.
Neng : Eh itu ada mobil yang mau lewat, kayaknya ngalangin jalan deh.

Mereka panik, karena tak satupun yang bisa nyetir mobil.

Dewi : Mana sih abang sopirnya?
Thosi : Itu tuh lagi bantuin ngangkutin bawaan buat pengantin.
Neng : Coba panggil thosi, berisik nih mobil bunyi terus. udah kayak lagi di kawin aja mobilnya.

Setelah membereskan semua mereka melanjutkan perjalanan kembali di larut malam. Awalnya sih perjalanan berjalan lancar. Akses menuju ke rumah hela yang lebih dekat di tutup. Jadi mereka lewat alternatif yang lainnya.

Dewi : Ya ampun ini udah jam berapa? Lewat hutan-hutan gini neng serem banget. Mana sepi lagi jalanan.
Thosi : Kamu ngobrol sama siapa? Liat tuh neng tepar. Tidurnya aja mangap.
Dewi : Ampun dah di jalan tidur mulu, kapan meleknya. Di ajak ngobrol malah tidur.
Thosi : Mobilnya kok goyang-goyang gini ya?
Dewi : Ya kayak lagi dengerin lagu dangdut aja
Neng : Ih gak enak banget sih jalannya.
Dewi : Udah bangun nih ceritanya, setelah di goyang mobil.
Neng : Apaan sih, mesum.
Dewi :  Kamu yang mesum, ngeres pikirannya (sambil ketawa)
Thosi : Lha ini kenapa bang, mobilnya kok gak mau maju, ngeden gini. Gak kuat ya?
Abang Sopir: Bentar di cek dulu.

Abang sopir turun mengecek kondisi jalan.

Abang sopir : Ampun dah jalan bebatuan gini, mana runcing-runcing sempit banyak lubang. Ku gak yakin nih mobil bisa sampe pada tujuan.
Dewi,Neng, Thosi : Hah seriusan bang? (Ngomong Bareng)
Abang Sopir: Ya coba buka jendela mobilnya liat kondisi jalannya kayak gimana?
Dewi : Astaga...masih ada aja jalan kayak gini? yang katanya serba maju.
Thosi : Yah berarti bisa lama dong sampe tujuan?
Abang Sopir : Iya bisa-bisa pagi sampe sananya.

Mendengar itu semua mereka lemes. Ceritanya mau menjadi pager ayu datang tepat waktu malah mengalami ujian gini.

Dewi : Eh udah jam berapa sekarang coba liat?
Thosi : Udah jam 3 pagi.
Dewi & Neng : Seriusan? kita berangkat dari sore lho sampe jam segini belum di lokasi.
Thosi : Ya mau gimana lagi kondisi jalan kayak gini.
Neng : Kita turun gak nih, mobil dari tadi gak mau jalan.
Dewi : Turun aja deh
Abang sopir: Ya turun dulu, kayaknya kebanyakan beban jadi gak kuat.
Thosi : Wah ini pasti karena dewi.
Dewi : Hemm enak saja, biar gini juga aku manis tau iya gak bang?

Satu jam kemudian mobil bisa berjalan kembali dengan lancar. Dengan bergoyang-goyang mereka memaksakan untuk melanjutkan perjalanan.

Dewi : Kenapa berhenti bang?
Abang Sopir: Ini ada yang sms, katanya mobil gak bisa masuk ke lokasi.
Thosi : Yang bener aja bang. Ya ampun ini udah jam 6 pagi lho. Terus nanti kita gimana dong.
Abang sopir : Mendingan kalian jalan kaki dulu sambil menunggu jemputan ojek. Soalnya cuma bisa pakek motor. Jalanan rusak parah habis hujan. Lagian mobilnya ceper takut kenapa-napa.
Neng : Ya udah deh bang,

Mereka terus berjalan lurus mengikuti jalan. Pemandangan yang indah udara sejuk khas pegunungan membuat mereka bangkit kembali.

Dewi : Ya ampun kalau tau jalan kayak gini aku gak pakai wedges, licin gini takut jatuh.
Neng : Ya udah mending nyeker aja
Dewi : Bener juga, apa sih yang gak buat sahabat kita yang sedang melangsungkan acara yang penuh bahagia ini.
Thosi : Coba deh neng WA hela.
Neng : Gak ada sinyal sama sekali.
Dewi : Iya gak ada sinyal. Ya ampun gini banget ya. Jadi sedih, ternyata masih ada aja orang yang mau kuliah ke kota buat nuntut ilmu. Salut banget sama hela.
Thosi : Iya bener banget. Hebat deh sahabat kita yang satu ini. Udah gitu mau ngajar jadi honorer dengan gaji yang di tunda.

Suara motor terdengar, gojek yang menjempu mereka datang. Perjalanan yang sungguh melelahkan pukul 10:00 WIB mereka baru tiba di lokasi hajat yang sudah ramai pengunjung. Betapa bahagianya mereka bisa melihat sahabatnya duduk di pelaminan dandan sangat cantik.

Dewi : Ya ampun Hela kamu cantik banget hari ini. Sedih banget tau Hel, perjalanan jauh. Jalannya gitu banget (sambil memeluk)
Hela : Emang gitu kalau lagi musim hujan, jalan yang deketnya rusak jadi gak bisa di lewati. Tadi juga jalan yang mendingan. Makan dulu gih, terus dandan jadi pager ayu.
Dewi : Tapi, aku mau mandi dulu. Bau asem.
Hela : Eh yang lainnya dimana?
Dewi : Masih di belakang bentar lagi juga sampe.
Neng & Thosi : (Berlari langsung memeluk Hela) Kangen banget sama hela. Cie yang nikah.
Hela : Iya dong, sok kalian bersih-bersih dulu.
Neng : Dewi kemana ma?
Hela: Lagi mandi dia. Masuk dulu aja ke kamar. Aku mau ke depan kayaknya mau di mulai acara akadnya.

Pada akhirnya mereka bisa berkumpul di acara pernikahan Hela. Sekian lama sudah tak berkumpul lagi. Momen inilah yang bisa mempertemukan mereka. Hela dan Sandi duduk di pelaminan. Dewi, Thosi, Neng menjadi pager ayu menemani pengantin dan menerima tamu.

Karya : Dewi Fatimah

Naskah Drama Lucu Singkat Untuk 3 Orang

Kids Zaman Now

Sekumpulan anak remaja sedang nongkrong di jembatan. Seperti biasanya Rani, Dena, dan Danu nongkrong sehabis pulang sekolah.

Rani : Nu, Lu tau gak sekarang ini lagi viral apaan?
Danu : Tau lah, Chalange yang di Tik Tok yang burem-burem kan?
Rani: Udah salah ngomong, salah pula nebak jawabannya. Tik Tok yang burem-burem apaan lagi tuh
Dena : Yang benar itu Challenge Viral nu Tik Tok The Really Loose Control.
Danu : Maksud gue gitu Ran. Benar yang di omongin Dena. Ya sekarang kan lagi deman Tik Tok tantangan gitu. Telanjang terus burem-burem. Pokoknya geli dah liatnya.
Rani : Ya ampun kids now, urat malu udah pada putus.
Danu : Lu juga kan kids now. Belum lagi nih ya tantangan ini tuh ada yang gagal. Udah anunya kemana-mana di tonton banyak orang. Apa gak dosa tuh.
Rani : Tapi gue gak alay, cie jurus ustadznya keluar, lu penggemar ustadz Danu ya. Namanya mirip gaya ngomongnya juga mirip. Cocok deh
Dena : Haaahaa cie pak ustadz
Danu : Gini gini ya calon suami idaman.
Dena & Rani : Pretttt...(Kompak)
Danu : Di bilangin pada gak percaya, awas aja kalau pas gue udah ganteng. Kalian pada naksir gue. Tenang bakal gue poligami.
Rani : Hidih percaya diir banget sih lu, mandi aja jarang. Gue naksir sama orang kayak lu. Liat tuh penampilan lu. Sampe sekarang kan masih Jones.
Danu: Apaan Jones?
Rani&Dena: Jomblo ngenes! (Teriak kencang di telinga Danu)
Danu : Pacaran gak boleh, nanti langsung gue Ta'aruf ledies (Genit). Udah ah gue mau cabut dulu, mau ngaji udah sore. (Sambil berjalan meninggalkan Rani dan Dena)
Rani : Jangan lupa doa ini gue sama Dena sukses (Teriak)
Danu : Bodo amat (Teriak)

Rani dan Dena juga pulang ke rumahnya masing-masing. Keesokan harinya seperti biasa mereka berangkat sekolah bareng dengan berjalan kaki.

Rani: Kok jam segini belum pada dateng ya?
Dena : Rani (Memanggil Rena sambil melambaikan tangan)
Rani: Eh Dena, Danu mana kok belum ngongol? Biasanya dia paling awal nunggu di sini.
Dena : Gak tau gue.

Dari kejauhan terlihat Danu yang sedang berlari dengan sarungnya.

Danu: Woi Rani & Dena (berteriak)
Dena : Astaghfirallah Haladzim, Danu lu apa-apaan. Mau sekolah apa habis di sunat? Masih pakek sarung gitu.
Danu : Pokoknya ceritanya panjang, udah hayo cabut ke sekolah.
Rani: ( sambil mukul Danu) Lu apa-apaan copot gak sekarang sarungnya! Bukan pengajian tapi sekolah Nu.
Danu: Kalau gue copot nanti ada burung yang lepas. Nanti kalian tangkep lagi burungnya. Masalahnya gue bangun kesiangan. Baju sekolah ada di ransel.
Rani : Ya ampun, terus lu gak mandi?
Danu : (Mengangggukan kepala)
Rani & Dena : Jorok!
Dena : Tuh di sebalah situ ada semak-semak mendingan lu pakek baju dulu deh. 
Danu: Ok!

Danu menuruti saran yang di berikan Dena. Kemudian mereka berjalan menuju ke sekolah. Sampai di sekolah tidak terlambat.

Karya : Dewi Fatimah

Contoh Teks Drama Singkat Tema COVID-19

Berhubungan anak sekolah di liburkan pastinya guru tidak akan membiarkan siswanya untuk malas belajar. Adanya tugas atau PR di rumah membuat siswa jadi belajar di rumah. Salah satunya tugas membuat drama singkat bertema tentang COVID-19 yang sedang mewabah. Membuat teks drama bertema covid-19 supaya siswa tahu betapa bahayanya jika sudah menyerang ke tubuh manusia. Penularannya sangat cepat sekali. Nah, bertikut ini contoh teks drama bertema Covid-19 atau virus corona.

Social Distencing COVID-19

Di malam yang sunyi ini Paijo hanya bisa duduk melamun dengan kesunyiannya. Karena malam ini tidak seramai dulu waktu masih bisa berkumpul dengan teman seperjuangannya.

Paijo : Ehmmm...ehmmm...ehmm duh gusti ini planet apa kuburan? kok sepi banget. Suara jangkrik pun tidak ada. Apa mereka ikut merasakan adanya wabah corona. Burung yang biasanya terbang kian kemari, sekarang sudah tak jarang terlihat. Jika ini adalah azab atas keserakahan kami tolonglah ambil virus ini. Seperti setiap makhluk yang bernyawa akan kembali pada Sang Penciptanya. (Di dalam hati)
Poni :  Paijo...paijo masih terus ngelamun terus. Mikirin apaan toh?
Paijo : Oalah poni, ngapain jam segini belum tidur. Besokkan sekolah.
Poni : Emang kakak ku ini pikun. Aku harus bilang berapa kali. Masih di liburkan sekolahnya. Bingung mau ngapain.
Paijo : Yo gek belajar. Meski libur sekolah belajar tetap lanjut gak libur. Biar kamu jadi anak pinter gak kayak aku. Kerjaannya cuma ngelamun karena di PHK.
Poni : Iya kakakku tercinta.

Saat mereka asik mengobrol Ayahnya baru pulang kerja.

Ayah : Assalamuallaikum....
Poni & Paijo : Waallaikumsallam

Respect Poni langsung mencium tangan ayahnya karena kebiasaan sejak kecil. Belum sampai berjabat tangan Paijo memukul tangan Poni.

Paijo : (Plak...) Poni... jangan langsung pegang  tangan Ayahmu, dia baru pulang kerja dan beraktivitas di luar. Nanti saja ciuman tangannya.
Ayah : Iya Poni bener kakakmu, biarkan bapak bersih-bersih dulu. Setelah itu baru bisa bersentuhan dengan bapak. Sekarang sudah banyak orang yang terinfeksi virus corona. Mulai sekarang jaga kebersihan biar virus dan bakteri tidak mudah menyerang.
Poni : Siap pak.
Ayah : Ayo masuk ke dalam sudah malam. Dalam situasi seperti ini harus banyak istirahat.

Mereka pun masuk ke rumah, melanjutkan untuk beristirahat.

Stay Home Please

Terik matahari yang menyengat, Dea tetap semangat berjualan koran di pinggir jalan. Meskipun situasi yang sangat membahayakn, tapi ini jalan terbaik untuknya berjualan koran, jika tidak dia tidak bisa makan untuk ketiga adik kecilnya. Dea gadis remaja yang tumbuh dengan pemikiran yang dewasa. Belum lama ini orangtuanya meninggal dunia. Sambil menggendong koran di depan dia tawarkan korannya pada orang yang lewat.

Dea : Koran...koran...korannya Update terbaru tentang virus corona. Ada di koran ini. Hanya 5 ribu rupiah.

Dea tidak pernah menyerah berjalan untuk menwarkan orang yang lalu lalang di sekitarnya. Dia memutuskan untuk istirahat sejenak.

Dea : Huft (Sambil mengusap keringat di dahinya) Hari ini sepi banget. Dagangan juga masih banyak gini. Terus aku dan adikku makan apa hari ini. Seandainya ada orang yang baik membeli semua koran ini. Pasti hari ini kita bisa makan.

Dari ke jauhan Dea melihat ada wanita paruh baya yang sedang berjalan dan hendak menyebrang. Tapi dia melihat nenek itu tampak lelah dan pucat. Tiba-tiba nenek itu terjatuh dengan sedikit kejang.

Dea : Astaghfirallah Haladzim

Langsung berlari menuju nenek tersebut.

Dea: Aduh gimana nih, apa aku harus teriak meminta pertolongan? Tolong...tolong...tolong

Mendengar teriakan orang minta tolong. Warga sekitar yang ada di sekitar langsung mendekat. Tapi mereka hanya melihat nenelk tua itu tidak membantunya. Malahan ada warga yang meneriaki Dea untuk tidak terlalu dekat dengannya:

Warga: Neng jangan deket-deket atau menyentuhnya. Sekarang lagi berbahaya. Virus corona sudah merajalela. Pulang saja, biar petugas rumah sakit saja yang langsung bertindak. Jangan menyentuhnya.

Dea: Tapi ini kasian, nenek sudah tidak berdaya. Harus cepat di tolong.

Warga : Iya paham, tapi kita tetap waspada akan bahaya virus corona. Lewat sentuhan saja bisa tertular.

Dea : Tapi tolong pak ini nenek sudah tidak berdaya. Tolong bantu nenek ini. Di sini emang tidak ada yang punya mobil? Ha! (Menangis emosi tidak terkontrol) Apa kalian mau terus membiarkan nenek ini sampai meninggal! Apa karena corona rasa empati kalian hilang?

Di balik kericuhan datanglah seorang wanita yang mendekati Dea dan nenek tersebut.

Dokter : Ini kenapa dek?
Dea : Ini mba nenek ini tiba-tiba terjatuh begitu saja, terus kejang-kejang.
Dokter : Adek saudaranya?
Dea : Bukan mba.
Dokter : Ok, bentar ya ku pakek sarung tangan dan masker untuk memastikan kenapa nenek ini.
Dea : iya mba
Dokter : Pernafasannya tidak normal, tadi kamu pegang nenek ini gak?
Dea : Iya mba, habisnya ku takut kenapa-napa nenek ini.
Dokter : Sekarang cuci tangan terus pakek hand sanitizer. Biar ini mba yang urus, nanti biar pihak RS yang mengurus ini. Pesan mba jangan menyentuh sembarangan orang yang sakit ya? Sekarang situasi sedang gawat virus corona. Meskipun kamu betujuan baik, tapi tetap waspada ya.
Dea : Iya mba. Emang mba ini dokter?
Dokter : Iya, aku dokter di RS yang tidak jauh dari sini. Nanti nenek ini akan di rujuk kesana.
Dea : Wah keren, Aku dari dulu bercita-cita mau menjadi dokter. Tapi, sayang sekarang aku udah gak sekolah
Dokter : Emang kegiatan kamu sekarang apa?
Dea : Jualan koran mba. Itu korannya ku taroh samping nenek. Aku panik jadi langsung di jatuhkan saja.
Dokter : Aduh kalau ini koran di bawa anak ini takutnya ada virus yang menempel (Di dalam hati) Oh ini, berapa emangnya?
Dea : Cuma 5 ribu saja dok.
Dokter : Sudah laku berapa?
Dea : Belum ada yang beli.
Dokter : Sekarang sudah siang belum ada yang beli?
Dea : Iya dok
Dokter : Ya udah, korannya aku beli semua. Tapi jangan sentuh korannya. Ini uang buat kamu.
Dea : Biar aku itung dulu ka, sepertinya uangnya lebih.
Dokter : Udah biarin saja. Udah dulu ya itu ambulance sudah tiba. Biar petugas medis saja yang bawa koran ini. Untuk beberapa hari ini jangan jualan koran dulu. Diam di rumah, Insyaallah cukup buat beberapa hari ke depan. (langsung naik ke ambulancen)
Dea : baik dok, Makasih  (Sambil melambaikan tangan) Alhamdulillah masih ada orang yang baik.

Dea langsung pulang kerumah. Tidak lupa dia langsung mencuci tangan dan kakinya sebelum masuk ke rumah. Dia lanjutkan dengan mandi dan mengganti bajunya.


Karya : Dewi Fatimah

Nah itulah artikel tentang"Belajar memahami teks drama dan contoh drama" penjelasan mengenai teks drama, yang berkaitan dengan unsur-unsur teks drama, ciri-ciri teks drama. Kamu juga sudah memahami cara membuat naskah drama yang baik dan benar setelah melihat beberapa contoh teks drama.

Untuk penampilan dalam pementasan drama kamu perlu olah vokal atau latihan suara yaitu intonasi dan penekan. Untuk pemilihan karakter kamu bisa menentukan sendiri. Supaya pentas drama bagus, harus berlatih ya. Menentukan latar, bloking dan properti. Jangan lupa untuk share jika informasi mengenai teks drama ini bermanfaat untuk kamu. Berbagai ilmu itu indah.

Belum ada Komentar untuk "Belajar Cepat Memahami Teks Drama dan Contoh Drama Berbagai Tema"

Posting Komentar

Terimakasih sudah membaca artikel brindil.com, Jika berkenan silahkan berikan komentar terbaikmu untuk artikel ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel